Gubernur : Jokowi Minta Divestasi Saham Freeport Dipercepat | Pasific Pos.com

| 25 May, 2019 |

Gubernur : Jokowi Minta Divestasi Saham Freeport Dipercepat

Headline Penulis  Jumat, 30 November 2018 12:15 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Jayapura,- Gubernur Papua Lukas Enembe mengikuti rapat terbatas terkait Freeport yang dihadiri sejumlah pejabat terkait mulai dari Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menko Maritim Luhut Pandjaitan, Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri ESDM Ignasius Jonan, Menteri LHK Siti Nurbaya, Dirut PT Inalum Budi Gunadi Sadikin.

Rapat terbatas dimpin Presiden Joko Widodo di Istana Negara Jakarta, Kamis (29/11/2018). Selain Gubernur, hadi dalam pertemuan tersebut, Wakil Gubernur Klemen Tinal, Ketua DPR Papua, Yunus Wonda, Bupati Mimika Eltinus Omaleng.

Kepada wartawan usai pertemuan, Gubernur mengatakan, dalam rapat tersebut Presiden Joko Widodo menekankan dalam pengurusan 10 persen saham PT. Freeport Indonesia untuk Papua, tidak boleh ada penumpang gelap di dalamnya dan harus selesai sesuai kesepakatan bersama.

Gubernur katakan, dirinya sudah menyampaikan ke Presiden Jokowi terkait apa yang menjadi harapan dan keinginan masyarakat Papua akan kepemilikan saham 10 persen.

"Kami dan masyarakat Papua berkeinginan 10 persen saham betul-betul di proses dan harus sesuai dengan kesepakatan awal," ujarnya.  

Menurut ia, dalam rapat, Presiden juga meminta agar proses divestasi saham harus selesai tahun ini, dan memperhatikan hak-hak orang Papua. Dalam artian, jangan sampai ada pihak lain yang ikut masuk atau memanfaatkan moment ini.

"Tidak boleh lagi ada kasus mama minta saham. Intinya, beliau sampaikan proses pengurusan saham ini harus benar-benar dilakukan secara hati-hati. Presiden berbicara dengan hati dan ikhlas. Kalau terkait penolakan kami, itu terkait nama BUMD yang diajukan dalam proposal Inalum. Saya pahami keinginan Presiden terkait kepemilikan saham. Jadi Papua memiliki saham 10 persen dan Papua juga memiliki hak terhadap agenda Freeport selanjutnya," ujarnya.

Sementara itu, Presiden Joko Widodo meminta kepada jajarannya agar proses divestasi saham PT Freeport Indonesia sebesar 51 persen diselesaikan sebelum 2019.

"Saya minta semua tahapan proses divestasi itu sebelum akhir 2018 ini semuanya rampung," kata Presiden Jokowi.

Presiden Jokowi mengatakan proses divestasi PT Freeport Indonesia adalah langkah besar untuk mengembalikan mayoritas kepemilikan sumber daya alam strategis dari tangan asing ke pangkuan Ibu Pertiwi. Upaya ini diyakini bisa meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat utamanya di Papua.

Dari laporan yang dikantongi Presiden Jokowi, proses divestasi saham PT Freeport Indonesia sudah bisa dituntaskan. Beberapa tahapan yang sudah dilewati yakni divestment agreement, sales and purchase agreement, serta subscription agreement.

Kendati demikian, masih ada beberapa tahapan yang perlu penyesuaian dan dipercepat. Seperti penyelesaian isu lingkungan, masalah limbah dan tailing. "Terkait hal itu saya minta laporan mengenai perkembangan beberapa yang masih perlu segera dituntaskan," kata Presiden Jokowi.

Dibaca 180 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.