Gubernur Papua Mendadak Dipanggil Presiden | Pasific Pos.com

| 20 May, 2019 |

Gubernur Papua, Lukas Enembe,SIP,MH sesaat akan melepas balon didampingi Ketua Panitia Ricky Ham Pagawak, SH,MSI, saat membuka Konferensi GIDI ke-19 di Bokondini. Gubernur Papua, Lukas Enembe,SIP,MH sesaat akan melepas balon didampingi Ketua Panitia Ricky Ham Pagawak, SH,MSI, saat membuka Konferensi GIDI ke-19 di Bokondini.

Gubernur Papua Mendadak Dipanggil Presiden

Headline Penulis  Jumat, 30 November 2018 11:09 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

JAYAPURA,- Presiden Joko Widodo mendadak memanggul Gubernur Papua, Lukas Enembe ke di Istana Negara dalam rangka pertemuan membahas divestasi saham PT.Freeport Indonesia (PTFI).

Gubernur Lukas kepada wartawan mangaku, undangan mendadak dari Presiden yang baru diterimanya Selasa malam, saat tengah menghadiri Pembukaan Konferensi Umum GIDI ke XIX wilayah Bogo, di Distrik Bokondini, Kabupaten Tolikara

"Kemarin (Selasa) kita dapat undangannya. Ini rapat terbatas pertama dengan presiden menyangkut divestasi saham freeport," katanya.
Menurut Gubernur, dalam pertemuan yang juga menghadirkan PT Inalum (persero) tersebut, pihaknya akan mempresentasikan terkait divestasi saham tersebut.

"Mudah mudahan saya dengan Bupati Mimika bisa menghadiri memberikan masukan dan presentase kepada Jokowi. Sehingga Jokowi bisa memutuskan yang terbaik untuk orang Papua.

Sebelumnya Gubenur Papua dua periode ini sempat berang (marah) usai melakukan pertemuan dengan PT.Inalum selaku BUMN yang ditugaskan negara untuk membeli saham Freeport, Kamis pekan.

Kepada pers di Mimika, Gubernur mengaku PT.Inalum telah melanggar kesepakatan terkait pembentukan BUMD yang akan Gubernur Papua, Lukas Enembe, berang setelah mengetahui PT.Inalum mengingkari kesepakatan terkait divestasi saham Freeport.

Dalam pertemuan bersama PT.Inalum dan Kementerian Keuangan, Kementerian BUMN, Kementerian ESDM dan PT Inalum, di Mimika, Kamis (23/11), Gubernur secara tegas menolak proposal yang diajukan PT.Inalum.

Sebab proposal terkait pembentukan BUMD yang terlah disepakati ternyata diubah sepihak oleh Inalum dengan menyodorkan perusahaan lain yakni PT.Indocopper Investama (PTII). Bahkan Gubernur yang didampingi Bupati Mimika, Eltinus Omaleng, Ketua DPR Papua, DR. Yunus Wonda, Asisten Bidang Pemerintahan Sekda Papua, Doren Wakerwa, SH dan SKPD terkait, melakukan aksi 'walkout' sebagai bentuk protes terhadap PT.Inalum.

"Jadi, kesepekatan sebelumnya disepakati antara Menteri Keuangan kalau mau buat perusahaan Badan usaha milik daerah (BUMD) atau perusahan baru maka harus dibahas dan disepakati bersama, bahkan Pemprov Papua sudah menyiapkan nama BUMD dan sudah diserahkan kepada Menteri Keuangan. Tetapi, kesepakatan tersebut di rubah dan ganti dengan tiba-tiba, dengan proposal yang disodorkan dengan nama perusahaan daerah PT. Indocopper Investama,” kesalnya.

Padahal, lanjut Gubernur,  perusahan PT. Indocopper Investama  itu sebelumnya milik Aburizal Bakri, yang kemudian dibeli oleh PT Freeport Indonesia.

 “Ini sudah tidak sesuai dengan kesepakatan kita sebelumnya. Jadi, ini perusahaan BUMD tetapi kepemilikan saham 26 persen milik PT Inalum, 10 persen saham nanti milik Papua dan sisa saham lainnya kami tidak tahu milik siapa,” akunya heran.

 “Jangan membuat sejarah masa lalu yang tidak baik diulang kembali. Jangan bikin bodok kami orang Papua,” tegasnya.

Dibaca 267 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.