Gubernur Tolak Proposal PT Inalum | Pasific Pos.com

| 25 May, 2019 |

Gubernur Papua, Lukas Enembe, SIP, MH Gubernur Papua, Lukas Enembe, SIP, MH

Gubernur Tolak Proposal PT Inalum

Headline Penulis  Kamis, 22 November 2018 19:40 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

“Stop Bodohi Kami Orang Papua”



MIMIKA,- Pemerintah Provinsi Papua dengan tegas menolak proposal yang diajukan PT Inalum terkait dengan divestasi 51 persen saham PT. Preeport Indonesia.

Penegasan itu disampaikan Gubenrur Lukas Enembe kepada wartawan di Mimika, usai melakukan pertemuan dengan Kementerian Keuangan, Kementerian BUMN, Kementerian ESDM dan PT Inalum, Kamis (23/11/2018).

Dalam pertemuan tersebut, Gubernur didampingi Bupati Mimika, Ketua DPR Papua, Asisten Bidang Pemerintahan Sekda Papua dan SKPD terkait.

Gubernur Enembe mengatakan, pertemuan ini, tindaklanjut dari pertemuan di Jakarta, 12 November lalu.

Dalam pertemuan itu, menurut Gubernur, PT Inalum menyodorkan proposal terkait dengan divestasi PT. Preeport Indonesia.

Namun, isi dari proposal tersebut  sudah diluar kesepakatan sebelumnya dengan Menteri Keuangan.

Jadi, kesepekatan sebelumnya disepakati antara menteri keuangan kalau mau buat perusahaan Badan usaha milik daerah (BUMD) atau perusahan baru maka harus dibahas dan disepakati bersama, bahkan pemerintah provinsi Papua sudah menyiapkan nama Badan usaha milik daerah (BUMD) dan sudah diserahkan kepada menteri keuangan. Tetapi, kesepakatan tersebut di rubah/ganti dengan tiba-tiba, dengan proposal yang disodorkan dengan nama perusahaan daerah PT. Indocopper Investama,” tegasnya.

Padahal, kata Gubernur,  perusahan PT. Indocopper Investama  itu sebelumnya milik Aburizal Bakri, kemudian dibeli oleh PT Freeport Indonesia.

“ini sudah tidak sesuai dengan kesepakatan kita sebelumnya. Jadi, ini perusahaan BUMD tetapi kepemilikan 26 persen milik PT Inalum, 10 persen nanti milik Papua dan sisa saham lainnya kami tidak tahu milik siapa,” tegasnya.

Ditegaskannya, dalam pertemaun tersebut, dirinya sempat ribut dan keluar dari ruang rapat.

“jangan membuat sejarah masa lalu yang tidak baik diulang kembali, jangan bikin bodok kami orang Papua,” tegas Enembe.

Pada kesempatan itu, Gubernur Enembe minta agar pembentukan perusahaan BUMD ini harus dibahas ulang.

Apabila, PT Inalum keberatan dengan kesepakatan sebelumnnya, seharusnya disampaikan sejak awal dan pemerintah Papua bisa mencari investor lain untuk divestasi saham PT. Preeport Indonesia ini.

Lanjutanya, dalam divestasi saham PT. Preeport Indonesia, pemerintah melalui PT Inalum bersedia membayar saham sebesar 51 persen kepada PT Freeport Indonesia. Kemudian 10 persen saham pemerintah Papua itu, PT Inalum akan mengambil deviden milik Papua.

“saya sudah minta untuk perlu kita duduk bicara kembali, karena kita belum bicara soal kepemilihakn hak ulayat, kita kaya tapi kenapa kita seperti pengemis saja,” tutupnya.

Dibaca 269 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.