Daya Serap DAK Papua Terendah Se-Indonesia | Pasific Pos.com

| 19 July, 2019 |

Asisten Bidang Umum Sekda Papua, Elysa Auri. Asisten Bidang Umum Sekda Papua, Elysa Auri.

Daya Serap DAK Papua Terendah Se-Indonesia

Info Papua Penulis  Jumat, 02 November 2018 09:32 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

JAYAPURA,- Realisasi penyerapan Dana Alokasi Khusus (DAK) Papua sampai bulan Oktober menempati urutan terendah di Indonesia, dimana baru mencapai Rp.2,56 triliuan atau 52,5 persen dari total pagu DAK mencapai Rp4,98 triliun tahun 2018.

Hal ini ditegaskan Asisten Bidang Umum Sekda Papua, Elysa Auri pada rapat koordinasi akuntabilitas dan pelaporan keuangan antara kantor wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan dan Pemerintah Daerah se-Papua di Jayapura, Kamis (1/11/2018).

Dijelaskannya, pagu dak untuk papua tahun ini merupakan yang tertinggi dibandingkan dengan provinsi lain di Indonesia. dimana alokasi pagu
dak fisik tersebut terdistribusi ke dalam 26 bidang, yang terdiri dari 11 bidang DAK reguler, 9 bidang DAK penugasan dan 6 dak dak afirmasi.
“Masihnya rendahnya realisasi dak fisik tersebut patut menjadi konsen kita bersama, di satu sisi kita mendapatkan alokasi pagu terbesar namun disisi lain realisasi penyaluran dan penyerapan dak fisik kita adalah yang paling rendah,” kata Elysa Auri.

Untuk meningkatkan realisasi pagu dak fisik tersebut, kata Elysa Auri pemerintah harus mengoptimalkan penyaluran dan pemanfaatan dak fisik dengan sisa waktu tinggal dua bulan. dengan tujuan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di Papua melalui pemanfaatan DAK fisik tersebut dapat terwujud.

Selain DAK fisik, Papua juga memperoleh alokasi dana desa yang besar yang mencapai Rp 4,29 triliun. alokasi tersebut diperuntukan untuk 5.400 desa/kampung yang terbesar di 29 kabupaten/kota.

Proses penyaluran dana desa dari Rekening Kas Umum Negara (RKUN) tergolong lancar dan tidak mengalami kendala yang berarti. Namun sebaliknya, penyerapan dana desa dari RKUD ke rekening kas desa (RKD) serta penggunaannya terkadang masih mengalami beberapa hambatan antara lain dikarenakan desa belum menyampaikan laporan pertanggungjawaban penggunaandesa periode sebelumnya dan adanya kesulitan akses
keberbatasan SDM. “Perangkat desa harus terus bersinergi dalam mengawal dan memanfaatkan dana desa, dengan harapan pemanfaatan dana desa dapat lebih optimal,”tambahnya.

Dibaca 184 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.