Kabid Humas Polda Papua : Pekan Depan Emus Gwijangge akan Dipanggil | Pasific Pos.com

| 19 May, 2019 |

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol AM.Kamal Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol AM.Kamal

Kabid Humas Polda Papua : Pekan Depan Emus Gwijangge akan Dipanggil

Headline Penulis  Rabu, 31 Oktober 2018 20:32 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(1 Voting)

JAYAPURA,- Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol AM Kamal menuturkan dalam waktu dekat salah satu anggota Dewan Perwakilan Pakyat Provinsi (DPRP) Papua, Emus Gwijangge akan dipanggil oleh Polda Papua terkait pernyataannya beberapa waktu lalu di media massa yang menyebutkan kasus pemerkosaan Guru adalah Hoax dan sengaja diciptakan oleh para guru tersebut karena tidak mau kembali bertugas di Mapenduma.

“Pekan depan kami akan lakukan pemanggilan terhadap yang bersangkutan dan 2-3 hari ini kita akan layangkan pemanggilan terkait pernyataan yang bersangkutan,” ungkap Kamal saat ditemui di Mapolda Papua, Rabu (31/10) malam.

Kata Kamal, dasar apa sehingga yang bersangkutan dapat memberikan statement tersebut, sedangkan sudah jelas korban saat ini masih dalam perawatan medis di Rumah sakit Bhayangkara untuk pemulihan pasca kajadian itu, selain itu juga Sekda Kabupaten Nduga pun telah memberikan klarifikasi dan permohonan maaf atas pernyataan yang telah diberikannya beberapa waktu lalu yang membantah adanya aksi penyekapan, intimidasi dan kekerasan terhadap guru dan para Medis di Mapenduma.

“Kalau tidak tahu harus datang dan lihat sendiri, Bupati dan Sekda pun telah melihat langsung dan menyampaikan klarifikasi dan permohonan maaf kepada pihak korban dan keluarganya, bahkan Bupati dan sekda sendiri berjanji memenuhi permintaan korban apabila tidak ingin kembali bertugas di Mapenduma,” tutur Kamal.

Sementara  terkait pernyataan Sekertaris Daerah Kabupaten Nduga, Naima Gwijangge beberapa waktu lalu yang dimuat media lokal di Papua, yang membantah adanya kejadian penyekapan disertai kekerasan seksual dan ancaman oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang menimpah 15 orang guru dan para medis di distrik Mapenduma kabupaten Nduga, diklarifikasi oleh dirinya saat ditemui di Mapolda Papua, Selasa (30/10) siang.
 
“Saya secara pribadi menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya bagi para korban dan keluargannya atas pernyataan saya beberapa waktu lalu yang menyebutkan tidak adanya kejadian tersebut,” terangnya.

Dibaca 244 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.