Aktivitas di Mapenduma Lumpuh Pasca Kekerasan dan Penyekapan Guru dan Tenaga Medis | Pasific Pos.com

| 20 May, 2019 |

Bupati Nduga di dampingi Kapolres Jayawijaya dan Sekda Nduga usai saat audiensi dengan Kapolda Irjen Pol Martuani Sormin, guna langkah pemulihan situasi di Mapenduma. Bupati Nduga di dampingi Kapolres Jayawijaya dan Sekda Nduga usai saat audiensi dengan Kapolda Irjen Pol Martuani Sormin, guna langkah pemulihan situasi di Mapenduma.

Aktivitas di Mapenduma Lumpuh Pasca Kekerasan dan Penyekapan Guru dan Tenaga Medis

Headline Penulis  Rabu, 31 Oktober 2018 00:56 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(1 Voting)

JAYAPURA,- Pasca tindakan kekerasan terhadap tenaga pendidik dan medis di Mapenduma beberapa waktu lalu yang dilakukan oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB), sejauh ini aktifitas pendidikan dan layanan kesehatan di Distrik Mapenduma Kabupaten Nduga lumpuh total.

“Proses belajar mengajar dan layanan kesehatan (khususnya) di Disitrik Mapenduma saat ini tidak berjalan dengan baik, akibat dari tindakan kelompok (kriminal) itu. Para guru dan tenaga medis keluar dari distrik dan mengungsi ke Wamena. Kami sangat menyesalkan itu terjadi.

Padahal guru dan medis sangat dibutuhkan di sana,” ungkap Bupati Nduga, Yarius Gwijangge disela kunjungannya ke Kota Jayapura untuk menjenguk 38 orang korban yakni 15 guru dan tenaga medis serta 23 orang keluarga korban, yang saat ini sedang mendapatkan terapi pemulihan psikologis di RS. Bhayangkara Jayapura, Selasa (30/10).

Diketahui, Yarius bersama Sekretaris Daerah Nduga, Naima Gwijangge dan juga didampingi Kapolres Jayawijaya AKBP Yan Pieter Reba datang ke Mapolda Papua untuk audiensi dengan Kapolda Papua, Irjen Pol Martuani Sormin, guna langkah pemulihan situasi di Mapenduma, sekaligus bersama-sama  mengunjungi para korban kekerasan KKB yang sat ini berada di RS. Bhayangkara.

Rencananya, ke depan pihaknya akan memberikan pilihan bagi para korban apakah masih melanjutkan pelayanan di Distrik Mapenduma atau pindah ke kota Nduga, ataupun keluar dari kabupaten itu. Yarius bersama jajarannya akan memfasilitasi pilihan akhir dari para guru dan tenaga medis tersebut.

Yarius mengakui, bahwa tenaga guru dan kesehatan di  Mapenduma saat ini sangat minim, yaitu sekitar 300 orang. Sementara, dibutuhkan sekitar 1000 guru dan tenaga medis untuk memberikan layanan pendidikan dan kesehatan di 32 distrik yang ada di Nduga.

Sementara itu Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Nduga, Naima Gwijangge menyebutkan terdapat 39 unit sekolah yang sudah dibuka dan bersebar di 32 distrik di Kabupaten Nduga saat ini. Diantaranya  32 sekolah dasar (SD), 3 SMA/SMK, dan 4 sekolah Taman Kanak-kanak (TK) namun tenaga pendidik dan para medis sangat kurang.

“Kami butuh sekitar 1000 orang guru di Kabupaten Nduga. Saat ini ada sekitar 300 orang guru disana, diluar dari tenaga medis. Statusnya selama ini sebagai tenaga kontrak sejak tahun 2015 lalu, dengan honor Rp 5,3 juta perbulannya,” bebernya.

Sementara kata dia, tenaga medis saat ini jauh lebih minim dibandingkan guru. Puskesmas sendiri di Nduga terdapat 8 unit, untuk mengakomodir layanan kesehatan bagi warga di 32 distrik.

“Kami telah berkoordinasi dengan Kemenpan RI soal rencana membuka lowongan kerja untuk formasi guru dan tenaga medis di Nduga. Saat ini masih dalam tahap peninjauan untuk mewujudkan itu, karena memang kurangnya tenaga guru dan medis di Nduga sangat memprihatinkan, terang Naima.

Dibaca 273 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.