Tercatat 89 Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak | Pasific Pos.com

| 24 August, 2019 |

Tercatat 89 Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak

Papua Barat Penulis  Sabtu, 27 Oktober 2018 13:13 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Manokwari, TP – Berdasarkan data Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (P3AKB) Kabupaten Manokwari, pada 2017, kasus kekerasan yang menimpa perempuan tercatat 55 kasus, sedangkan kekerasan terhadap anak tercatat 34 kasus.

“Jumlah itu tinggi, tetapi bukan berarti jumlahnya hanya sebesar angka itu. Kemungkinan masih banyak kasus, tetapi tidak dilaporkan,” kata Asisten III Setda Kabupaten Manokwari, Mersiyanah Djalimun dalam Pelatihan Peningkatan Kapasitas Organisasi Perempuan Dalam Upaya Pencegahan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak di Swiss-Belhotel Manokwari, Rabu (24/10).

Melihat kenyataan itulah, lanjut dia, diperlukan berbagai upaya dalam rangka pencegahan dan penanganan. Dikatakannya, upaya itu tidak hanya menjadi tanggung jawab orangtua dan keluarga atau organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, tapi juga menjadi tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat,  termasuk organisasi perempuan.

Ia menerangkan, organisasi perempuan merupakan mitra strategis pemerintah, menjadi faktor dan komponen penting peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan.

Oleh sebab itu, sambung dia, Pemkab Manokwari senantiasa berupaya membangun hubungan konstruktif dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk organisasi kemasyarakatan. “Ini dengan harapan ada respon positif dan konstruktif yang berlandaskan keinginan membangun harmonisasi dan kesatuan,” tukasnya.

Organisasi perempuan, tambah Mersiyanah Djalimun, adalah wadah bagi kaum perempuan dari berbagai elemen untuk berkarya. Diutarakannya, organisasi perempuan juga berperan penting dalam pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak.

“Pemahaman yang baik terkait hal tersebut sangat penting sebagai bekal setiap organisasi untuk terlibat dalam pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak,” ujarnya.

Melalui pelatihan, ia mengungkapkan, para peserta bisa memahami gambaran tentang kekerasan terhadap perempuan dan anak. Di samping itu, kata dia, peserta bisa memahami peran organisasi perempuan dalam upaya pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak.

“Saya mengimbau peserta mengikuti kegiatan dengan baik dan serius. Dengan bekal ini, diharapkan setiap organisasi perempuan bisa menindaklanjutinya dalam menyusun program dan kegiatan, sehingga ke depan bisa berperan dalam upaya pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak,” tukas Mersiyanah Djalimun.

Ketua panitia kegiatan, Ros M. Kamma menjelaskan, peserta kegiatan sebanyak 30 orang, perwakilan organisasi perempuan di Manokwari, baik organisasi fungsional, BUMN, organisasi profesi, organisasi kemasyarakatan, maupun organisasi keagamaan.

“Kegiatan ini berlangsung 2 hari, 24-25 Oktober 2018 dengan narasumber dari Dinas P3AKB dan tokoh perempuan di Kabupaten Manokwari,” katanya. [BNB-R1]

Dibaca 205 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.