Agus Huby : Pengukuhan Pangdam Sebagai Kepala Suku Adalah Putusan LMA Jayawijaya | Pasific Pos.com

| 24 May, 2019 |

Agus Huby : Pengukuhan Pangdam Sebagai Kepala Suku Adalah Putusan LMA Jayawijaya

Headline Penulis  Jumat, 28 September 2018 17:36 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Wamena, - Tanggapan miring atas pengukuhan Pangdam XVII/Cenderawasih sebagai kepala suku besar Pegunungan Tengah mendapat klarifikasi tegas dari Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Jayawijaya.

baca, Pangdam XVII/Cenderawasih Dikukuhkan Sebagai Kepala Suku Besar Pegunungan Tengah

 


Dalam konferensi pers yang digelar Jumat (28/9) di Wamena kepala-Kepala suku Jayawijaya dan ketua LMA mengatakan, bahwa Pangdam XVI/Cenderawasih telah dikukuhkan menjadi Kepala Suku Besar Pegunungan Tengah pada tanggal 26 September 2018 di Lapangan Dankenasak, Kampung Kimbim, Distrik Silo Karno Doga, kabupaten Jayawijaya oleh kepala-kepala suku di kabupaten Jayawijaya.


Agus N. Huby sesepuh kepala suku Wamena Kota mengatakan bahwa kegiatan pengukuhan tersebut merupakan murni dari Lembaga adat. "Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak memberikan komentar miring terkait kegiatan pengukuhan tersebut. Kami mengangkat Pangdam XVII/Cenderawasih memiliki alasan yang baik agar tercipta hubungan komunikasi yang baik antara provinsi maupun daerah sehingga kedepan daerah ini bisa lebih maju," ujarnya.


Agus N.Huby meminta agar jika ada oknum atau masyarakat yang ingin mengetahui maksud dan tujuan agar menanyakan pada dirinya. "Tanyakan langsung kepada kami jangan membuat berita hoax yang dapat memecah belah persatuan dan kerukunan masyarakat di Pegunungan Tengah," ujar Agus N. Huby tegas.


baca, Ruben Magai Geram atas Pemberian Gelar Kepala Suku Besar untuk Pangdam


Sementara itu Alex Doga selaku kepala suku Asologoima mengatakan bahwa pihkanya memiliki kuasa untuk menerima Pangdam XVII/Cenderawasih sebagai Kepala Suku Besar Pegunungan Tengah. "Kami angkat Pangdam sebagai kepala suku untuk memajukan daerah ini dengan cara bekerja sama di bidang perikanan, peternakan dan pertanian. Pengukuhan tersebut merupakan tanda kehormatan agar bisa mensejahterakan masyarakat Jayawijaya dan Papua pada umumnya," ujar Alex Doga.


Kepala suku Kurulu, Kur Mabel menuturkan bahwa Kepala Suku sebelumnya adalah anak adat dan turun menurun serta Kepala Suku harus bisa mewakili semuanya termasuk Pemerintah, Polisi dan Tentara serta sejak Tahun 1969 kita sudah bergabung dalam bingkai NKRI.


Senada dengan Kur Mabel, Agus N. Huby menambahkan bahwa Kepala-kepala suku adalah perpanjangan tangan dari masyarakat yang berada di Pegunungan Tengah harus bisa maju agar kita semuanya bisa sejahtera sama dengan daerah lainnya.

Dibaca 489 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.