Gubernur, Bupati dan Walikota Sepakat Temui Jokowi | Pasific Pos.com

| 20 July, 2019 |

Para kepala daerah menandatangi surat pernyataan yang akan diserahkan ke presiden Jokowi. Para kepala daerah menandatangi surat pernyataan yang akan diserahkan ke presiden Jokowi.

Gubernur, Bupati dan Walikota Sepakat Temui Jokowi

Headline Penulis  Selasa, 25 September 2018 20:32 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

“Terkait Penerimaan CPNS, IPDN dan tenaga honorer K2”

 

JAYAPURA,- Gubernur Papua Lukas Enembe bersama Bupati dan Walikota se Papua melakukan pertemuan di Sasana Karya Kantor Gubernur Dok II Jayapura, Selasa (25/9/2018).

Pertemuan tersebut membahas penerimaan CPNS, IPDN dan tenaga honorer K2 di Papua.


Lukas Enembe dalam pertemuan tersebut menyatakan, pihaknya bersama daerah 29 kabupaten/kota sepakat akan ke Jakarta untuk bertemu Presiden Jokowi.


"Senin atau Selasa pekan depan kita akan ketemu presiden, kita sesuaikan dengan jadwal beliau," kata Enembe.


Menurutnya, pihaknya akan menyerahkan surat pernyataan yang isinya adalah Papua melaksanakan seleksi CPNS secara offline, keputusan tentang CPNS ditentukan oleh penjabat pembina kepegawaian (gubernur, bupati, wali kota), penerimaan CPNS 2018 tidak hanya untuk bidang kesehatan, pendidikan dan teknis lainnya mengingat banyak pelamar kerja memiliki pendidikan umum atau sosial.


" surat pernyataan sementara yang sudah tertuang dan ditandatangani oleh gubernur, ketua MRP, ketua DPRD dan 29 kepala daerah. Nanti akan dimatangkan lagi sebelum diserahkan ke presiden," tegasnya.


Gubernur Enembe juga meminta setiap kepala daerah untuk mempersiapkan dokumen-dokumen yang dibutuhkan, sehingga apa yang menjadi keinginan pemerintah dan masyarakat bisa segera di jawab oleh Presiden.


"kita harus satu suara, karena permasalahan yang dihadapi terkait CPNS sama di setiap daerah di Papua," ujarnya.


Bupati Lanny Jaya Befa Yigibalom, meminta seluruh kepala daerah untuk komitmen soal penerimaan CPNS 2018 di Papua, mengingat kebijakan pusat untuk Papua tidak sepenuhnya berpihak kepada orang asli Papua.


"Jadi saya harap kepala daerah yang tidak hadir hari ini bisa diberitahukan lewat radiogram resmi, biar apa yang sudah disepakati bisa diterima dan dijawab oleh Presiden Jokowi," kata Yigibalom.


Dirinya juga meminta para kepala daerah untuk satu suara dalam hal penerimaan CPNS 2018, agar apa yang selama ini menjadi permasalahan di Papua bisa teratasi dengan baik. "Saya harap nanti ketemu presiden semua satu suara, dan semua diwajibkan memakai batik Papua lengan panjang," ujarnya.

Dibaca 732 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.