Sentuh Petani Kopi Dengan Teknologi | Pasific Pos.com

| 13 December, 2019 |

Kemasan Produk Kopi Yang Dipasarkan (foto:ist) Kemasan Produk Kopi Yang Dipasarkan (foto:ist)

Sentuh Petani Kopi Dengan Teknologi

Papua Selatan Penulis  Selasa, 18 September 2018 12:30 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

MERAUKE,ARAFURA,-Pemilik Koplink Coffee, Takdir Hamzah mengemukakan bahwa pihaknya tengah berupaya untuk memberdayakan petani kopi yang ada di Distrik Jagebob lebih intens lagi. Khususnya yang terkait dengan penerapan teknologi tepat guna serta edukasi tentang pengolahan dan penanaman. Sebab dalam dunia kopi, 60% kenikmatan kopi ditentukan oleh sektor hulu yaitu petani. Sedangkan 30% adalah pihak roster dan 10% adalah barista. Jadi kenikmatan kopi ditentukan oleh berbagai segi sehingga sektor hulu harus benar-benar diperhatikan.

Ia mengakui awal mendapatkan bahan baku kopi dari Jagebob cukup banyak yang harus dibuang, mencapai hingga 20%-30%. Penyebabnya karena tidak layak, patah, busuk dan berlubang. Namun dalam kurun waktu belakangan ini sudah mulai ada perubahan yang lebih baik dari sisi kualitas. Lebih lanjut ia menjelaskan, penikmat kopi sangat antusias dengan rasa dari kopi Jagebob karena memiliki taste yang berbeda dari kopi-kopi lain. Misalnya robusta memiliki rasa yang lebih keras, arabika lebih asam dan liberika rasanya berada di bawah itu semua.


Pihaknya memang baru memasarkan di kedai-kedai kopi dan café belum meluas hingga ke toko-toko besar. Kesulitan bahan baku menjadi alasan utama bahkan sangat sulit memperoleh 10 kg dalam waktu sebulan. Lebih lanjut ia mengungkapkan, kopi terbaik dipetik pada saat berwarna merah karena jika sudah menghitam permentasinya sudah sangat over. “Pasalnya kopi itu tidak berbuah sepanjang tahun namun 2 tahun sekali. Buah terbanyak di Bulan Februari dan setelah berbuah masih ada proses panjang sampai pada tahap hingga siap diolah,”ujar Takdir kepada ARAFURA News di tempat kerjanya belum lama ini.

Dibaca 280 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.