Investasi Skema Phonzi Bisa Runtuhkan Negara | Pasific Pos.com

| 17 October, 2019 |

Investasi Skema Phonzi Bisa Runtuhkan Negara

Beri rating artikel ini
(0 voting)

Jayapura,- Direktur Reserse dan Kriminal Khusus Polda Papua, Komisaris Besar Guntur Setyanto  menyakini investasi berskema Phonzi atau Piramida dapat meruntuhkan suatu system Negara. Bahkan Invetasi Phonzi lebih kejam dari teroris.
 “Kasus itu lebih ‘kejam’dari teroris. Untuk itu polisi terus fokus pengungkapan, karena jika dibiarkan, kasus sistem perdagangan piramid dapat menghancurkan negara tanpa teroris,” kata Guntur didampingi Kabid Humas, Kombes (Pol) Patrige, Selasa (23/6) malam.
Guntur juga mengaku penanganan kasus investasi berskema Phonzi lebih berat dibandingkan menghadapi teroris. Misalnya, dia mencontohkan, lahirnya kasus perdagangan piramida di Rusia, yang menyebabkan negara itu runtuh, hancur dan terpecah belah, hingga menyebabkab masyarakat rapuh dalam hal perekonomian.
Guntur juga mengucap syukur dengan lahirnya  UU baru No 17 tahun 2014 yang diundangkan tanggal 11 Maret 2014. Dimana dalam UU itu mengamanatkan, penyidik Polri bisa mengambil langkah hukum, meski tanpa adanya laporan
Dalam salah satu pasal UU Nomor 17 Tahun 2004 juga disebutkan bahwa setiap pelaku usaha yang menerapkan skema piramida dalam mendistribusikan barang diancam pidana maksimal 10 tahun dan maksimal pidana denda 10 miliar.
Pasal ini, tegas Guntur, juga diterapkan apda kasus perdagangan piramid yang kini Polda Papua tangani, yakni yang dilakukan tersangka Gunardi Gunawan (GG).  Dalam kasus ini, masyarakat Papua juga telah dirugikan hingga mencapai Rp 154 Miliar.
 “Perusahaan itu melakukan penjualan account, untuk menjadi anggota Wandermind. Setiap member harus membeli account seharga Rp. 3.750.000, dan member dapat memilih bonus berupa nginap gratis di hotel selama satu hari, atau menjadi agen travel,” jelasnya.
Dalam pemberitaan sebelumnya Gunarni Gunawan ditangkap di sebuah restoran di Senayan City, Jakarta Selatan, 8 Mei 2015 lalu. Selain Gunarni yang disebut-sebut pemilik Investasi Wondermind, polisi juga menahan empat tersangka lain yakni SY, AM,  MT, dan, AH.
Terkait kasus ini, Polda Papua menerapkan pasal 105 dan 106 UU RI nomor 7 Tahun 2014 tentang perdagangan dan pasal 3 dan 5 jo pasal 2 ayat (1) huruf z UU no. 08 Tahun 2010 tentang pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang. (Syaiful)

Dibaca 624 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX