Pemerintah dan Dinas Terkait Disarankan Mengasramakan Penderita HIV/Aids | Pasific Pos.com

| 8 December, 2019 |

Pemerintah dan Dinas Terkait Disarankan Mengasramakan Penderita HIV/Aids

Papua Tengah Penulis  Kamis, 06 September 2018 10:28 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

NABIRE - Orang yang terjangkit atau kena HIV/Aids di wilayah Meepago dikabarkan sudah mencapai 7.000 jiwa, khususnya suku Mee yang paling banyak dan penyakit tersebut itu tidak membedakan suku, ras, agama, budaya dan lainnya sehingga disarankan agar mengasramakan di tempat khusus buat mereka.

Demikian diungkap Ketua Kring Bunda Maria Salera Frans Magai, belum lama ini bertempat di Kapela SP 1 Bumiraya Nabire Barat. Katanya, Suku Mee sedikit lagi bisa habis dan dimusnahkan oleh penyakit HIV/Aids, sehingga diharapkan kepada pemerintah daerah, dinas terkait dalam hal KPA, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), Puskesmas-puskesmas yang tahu orang yang terkena penyakit dimaksud untuk tidak menunggu waktu untuk menyebarluaskan kepada yang lainnya, tetapi segera diupayakan tempat tinggal khusus buat mereka agar yang lain tidak terinveksi penyakit tersebut.


“Kita tidak tangani serius, lalu kasih biar terus itu paling sulit bagi saya sehingga saya mohon dapat diantisipasi secara bersama untuk menyelamatkan jiwa-jiwa manusia yang lainnya agar yang lain bisa tinggal dan beraktivitas sebagaimana biasanya, maka hal itu kita harus tangani serius bagi kita semua jangan tinggal diam,” katanya.


Penyakit HIV/Aids punya jalan luas dan lebar bisa jalan kemana-mana serta bisa merajalela di tengah-tengah kalangan masyarakat dan tidak membedakan pemerintah, masyarakat besar, kecil, tua, muda, suku, ras, agama, budaya dan lain sebagainya sehingga kita melihat hal ini dengan bijaksana, berpikir dan berbesar hati yang baik.


Untuk itu, dia mengharapkan kepada Orang Muda Katolik (OMK) Paroki Santo Yosep Nabire Barat khususnya untuk dapat jaga diri, badan, jiwa dan tubuh dengan baik. “Dimana kalian tinggal dan berada karena kalian kalau salah langkah lalu kena itu pasti umur kalian tidak panjang. Tunggu hitung hari atau waktu saja, jadi sebelum terjadi kalian berpikir yang baik dan positif,” ajaknya.


Sekali lagi ia mengharapkan kepada pemerintah daerah dan dinas terkait serta KPA secepatnya mengambil langkah atau upaya-upaya yang persuasif yang baik dan benar untuk menyelamatkan manusia-manusia yang belum kena penyakit, yang belum ada obatnya tersebut. (modes) 

Dibaca 219 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.