Aparat Keamanan Diminta Segera Usut Video Menentang NKRI | Pasific Pos.com

| 21 August, 2019 |

Yonas Alfons Nussy (Foto Tiara/Pasific Pos). Yonas Alfons Nussy (Foto Tiara/Pasific Pos).

Aparat Keamanan Diminta Segera Usut Video Menentang NKRI

Headline Penulis  Senin, 03 September 2018 11:38 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Nussy : Anak-anak Sudah Didoktrin Menentang Pancasila

 

Jayapura, - Beredarnya video anak-anak yang diduga telah didoktrin untuk menentang NKRI, membuat Anggota Komisi I DPR Papua bidang Pemerintahan, Politik, Hukum dan HAM, Yonas Alfons Nussy prihatin atas kondisi tersebut.

Dengan viralnya video itu, legislator Papua ini meminta aparat keamanan TNI/Polri segera mengusut beredarnya video yang dianggap menentang NKRI.


Nussy mengungkapkan, kalau belakangan ini ada video viral dan dalam video itu anak-anak didoktrin telah menentang Pancasila dan bendera Republik Indonesia.


"Saya prihatin melihat kondisi ini, anak-anak ini sudah didoktrin untuk menentang NKRI. Jadi ini tanggung jawab kita semua, baik pemerintah dan juga TNI/Polri untuk menseriusi masalah ini," tegas Nussy, baru-baru ini.


Menurut Nussy, ini bagian dari pergerakan provokasi, sehingga ia meminta Kapolda dan Pangdam segera menelusuri oknum siapa di balik video itu.


Namun tandas Nussy, siapa pun yang menjadi aktor di belakang layar dan sudah viralkan video ini, harus di cari sehingga dapat diketahui siapa oknumnya.


"Dalam video itu, saya tidak tahu itu dimana, tapi ini perlu dicari tahu siapa yang melakukan ini. Sehingga oknum yang ada di balik itu kita bisa kita tahu," tandasnya.


Bahkan Yonas Nusi mengaku prihatin dengan kondisi anak-anak yang masih belia namun sudah di doktrin untuk hal-hal tak benar.


Menurutnya, pergerakan itu dianggap dapat mengancam kondisi bangsa, dan merusak generasi muda bangsa dalam pembangunan pada masa mendatang.


"Jadi, saya anggota Komisi I DPR Papua sangat prihatin dengan kondisi ini. Apalagi nak-anak ini dibawa ke politik yang mereka tidak paham," pungkasnya. (TIARA)

Dibaca 358 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.