Lapas Manokwari dan BNN Tandatangani MoU P4GN | Pasific Pos.com

| 18 July, 2019 |

Lapas Manokwari dan BNN Tandatangani MoU P4GN

Papua Barat Penulis  Rabu, 29 Agustus 2018 09:54 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Manokwari, TP – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Manokwari menandatangani Mou dengan BNN Perwakilan Provinsi Papua Barat dalam rangka Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di salah satu hotel di Manokwari, Selasa (28/8).

Kalapas Kelas II B Manokwari, Yosef Yembise mengatakan, sebelumnya sudah terbangun hubungan kerja sama yang baik antara pihak Lapas Manokwari dan BNN Perwakilan Papua Barat, tetapi kerja sama itu perlu ditingkatkan.

“Selama ini, kalau kita temukan ada warga binaan yang terindikasi menggunakan narkoba, sebagai bentuk kerja sama, kami langsung serahkan ke BNN untuk direhabilitasi,” kata Yembise kepada para wartawan usai mengikuti penandatanganan MoU, kemarin.

Ia menambahkan, MoU ini sangat diperlukan, karena dalam rangka mengatasi peredaran gelap narkotika di Lapas, karena pihaknya tidak bisa berjalan sendiri. Sebab, jelas dia, banyak kendala yang dihadapi, salah satunya terkait kuantitas petugas Lapas Manokwari.

Menurut Yembise, salah satu poin yang termuat dalam nota kesepahaman yakni tes urine secara rutin bagi warga binaan dan petugas Lapas guna memastikan bahwa Lapas Manokwari bebas dari narkotika.

Untuk itu, ia berharap jika nanti dirinya telah melaksanakan tugas selaku Kalapas Kelas II A Sragen, nota kesepahaman ini sekiranya bisa dilanjutkan pejabat yang baru.

“Melalui MoU yang sudah disepakati, tujuannya hanya satu, yakni melakukan pencegahan sebelum terjadi peredaran narkoba di Lapas,” tukasnya.

Sementara Kepala BNN Perwakilan Provinsi Papua Barat, Brigjen Pol. Untung Subagyo mengatakan, penandatanganan nota kesepahaman, pada prinsipnya, BNN cenderung untuk mendukung rehabilitasi terhadap warga binaan atau narapidana kasus narkotika.

Sebab, ia menjelaskan, dengan masa hukuman yang rata-rata hanya 2 tahun, maka secara medis, para pengguna narkotika belum sepenuhnya terbebas dari pengaruh narkotika, apalagi yang sudah akut.

“Kalau dilakukan rehabilitasi selama masa tahanan, maka hasilnya akan maksimal. Kita bisa turunkan tim medis dan psikologi ke Lapas untuk melakukan rehab medis dan rehab sosial dengan harapan, setelah selesai masa tahanan dan kembali ke masyarakat, mereka sudah pulih secara fisik dan psikis,” ucap Subagyo.

Meski begitu, Subagyo mengatakan, pihaknya akan tetap mengedepankan tindakan penindakan terhadap penyalahguna narkotika disertai proses penyelidikan guna memutuskan mata rantai peredaran gelap narkotika.

Untuk itu, ia berharap dukungan dan kerja sama yang baik dari Kalapas Manokwari dan jajarannya, bukan hanya pejabat lama, tetapi dukungan juga dari pejabat baru. Ditegaskannya, bukan hanya Lapas Manokwari, tetapi ke depan pihaknya akan terus membangun komunikasi yang intens, sehingga penandatanganan MoU bisa dilakukan di seluruh lapas dan rutan di Papua Barat.

“Yang menjadi kendala bagi kita saat ini karena tidak ada Balai Rehabilitasi. Kita harapkan pemerintah daerah bisa memperhatikan hal ini dan memberi kami bantuan 1 gedung untuk dijadikan Balai Rehabilitas,” pungkas Subagyo. [BOM-R1] 

Dibaca 534 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX