Dua Anggota TNI Tewas Dihadang KKSB Di Tingginambut | Pasific Pos.com

| 25 August, 2019 |

Wakil kepala penerangan kodam (wakapendam) Letkol Inf. Dax Sianturi Wakil kepala penerangan kodam (wakapendam) Letkol Inf. Dax Sianturi

Dua Anggota TNI Tewas Dihadang KKSB Di Tingginambut

Headline Penulis  Minggu, 19 Agustus 2018 22:44 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Jayapura, - Dua orang prajurit TNI anggota Satgas Pengamanan Daerah Rawan (Pamrahwan) Pos Tingginambut, Puncak Jaya, tewas ditembak oleh krlompok kriminal bersenjata Minggu (19/8).

Wakil kepala penerangan kodam (wakapendam) Letkol Inf. Dax Sianturi dalam keterangan tertulis menyatakan, Minggu sore Letda Inf Amran Blegur bersama anggota Pos Satgas Pamrahwan Tingginambut merencanakan untuk memberi sumbangan bahan makanan kepada anak-anak usia sekolah yang berada di Kampung Tingginambut. Kegiatan ini sebagai bentuk rasa syukur para prajurit dalam memperingati HUT RI ke 73. Selain itu pemberian bahan makanan ini bertujuan untuk memotivasi anak-anak usia sekolah di Kp Tingginambut agar semakin giat dalam menuntut ilmu.


Letda Inf Amran Blegur didampingi Pratu Fredy bergerak menuju kampung Tingginambut yang berjarak kurang lebih 1 Km dari Pos dengan membawa bahan makanan.


Namun sekitar pukul 14.00 WIT, Koramil Tingginambut mendapat informasi masyarakat tentang adanya penghadangan terhadap anggota TNI di Jembatan Tingginambut.


Mendapat laporan ini, anggota Koramil dan Pos Satgas Pamrahwan Tingginambut bergerak menuju TKP di Jembatan Tingginambut. Anggota Pos Tingginambut tiba di TKP dan menemukan 2 jenazah di luar rumah kayu jembatan Tingginambut dengan luka tembak dan panah di beberapa bagian tubuh.


"sekitar pukul 15.00 WIT jajaran Satgas Pamrahwan melaksanakan evakuasi menuju TKP di Tingginambut dengan menggunakan 2 ambulance. Tim tiba di TKP pada pukul 15.45 WIT dan segera melaksanakan evakuasi. Pukul 17.45 jenazah korban tiba di RSUD Mulia," ujar Wakapendam.


Atas kejadian ini Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI George E.Supit, telah memerintahkan jajaran Kodam XVII/Cenderawasih untuk meningkatkan kewaspadaan di setiap pos dan melakukan tindakan pengejaran terhadap Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata TPNPB/OPM yang berbasis di hutan pedalaman Papua.


Kodam XVII/Cenderawasih mengutuk keras tindakan teror yang dilakukan Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata TPNPB/OPM yang bertujuan menimbulkan ketakutan masyarakat di wilayah Papua. Terlebih teror tersebut dilakukan terhadap personel TNI yang sedang melakukan pengamanan di wilayah Papua melalui pendekatan kemanusiaan kepada masyarakat Papua.


Tindakan teror yang dilakukan TPNPB/OPM jelas merupakan tindakan makar terhadap pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia


" Kodam XVII/Cenderawasih tetap selalu mengedepankan upaya persuasif untuk mengajak anggota TPNPB/OPM untuk meletakkan dan menyerahkan senjata kepada pihak keamanan dan menghindari terjadinya konflik senjata demi tercapainya kedamaian di tanah Papua," ujar Wakapendam.


Pangdam mengajak seluruh masyarakat Papua dan bangsa Indonesia untuk bersatu melawan teror yang dilakukan Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata TPNPB/OPM demi tetap tegaknya kedaulatan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.


Pangdam juga menyampaikan duka yang mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan.

Dibaca 711 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX