Lucky Ireeuw dan Anang Budiono Pimpin AJI Jayapura | Pasific Pos.com

| 18 June, 2019 |

Ketua AJI Jayapura dan sekretaris AJI Jayapura, Lucky Ireeuw (kiri) dan Anang Budiono (kanan) Ketua AJI Jayapura dan sekretaris AJI Jayapura, Lucky Ireeuw (kiri) dan Anang Budiono (kanan)

Lucky Ireeuw dan Anang Budiono Pimpin AJI Jayapura

Kota Jayapura Penulis  Minggu, 19 Agustus 2018 21:10 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

 

Jayapura, - Pimpinan redaksi koran harian Cenderawasih Pos (Cepos), Lucky Ireeuw dan redaktur koran Harian Pagi Papua (HPP), Anang Budiono terpilih sebagai ketua dan sekretaris Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jayapura periode 2018-2021 dalam konferta yang berlangsung, Sabtu (18/8/18), di salah satu hotel di Kota Jayapura.

Konferta yang dihadiri 12 anggota AJI Jayapura atau mayoritas pemilik suara itu berlangsung singkat. Tak banyak perdebatan yang muncul, terutama dalam pencalonan ketua. Semua pemilik suara sepakat mengusung Lucky Ireeuw sebagai ketua.


Untuk posisi sekretaris, selain Anang Budiono, calon lain yang diusulkan beberapa pemilik suara adalah Arjuna Pademme.


Hanya saja, jurnalis tabloidjubi.com dan Koran Jubi itu tak bersedia, dengan beberapa alasan tertentu.


Konferta yang dihadiri perwakilan AJI Indonesia, Aryo Wisageni (eks wartawan Kompas) akhirnya memutuskan Lucky Ireeuw sebagai ketua dan Anang Budiono pada posisi sekretaris AJI Jayapura.


Ketua terpikih, Lucky Ireeuw mengatakan, ada beberapa program kerja AJI Jayapura ke depan yang akan dibicarakan bersama semua pengurus dan anggota organisasi di antaranya membuka rekrutmen anggota baru dan adanya sekretariat sebagai tempat berdiskusi.


"Dari situ dirancang semua program AJI. Selain itu AJI Jayapura juga akan membuka rekrutmen anggota baru. Wartawan asli Papua yang bekerja profeisonal dan punya visi baik akan diprioritaskan, karena kami yakin mereka punya kemampuan itu," jelas Lucky Ireeuw.


Selain itu, kata Lucky Ireeuw, ada beberapa program kerja AJI Jayapura lainnya, di antaranya mensosialisasikan UU pers, karena hingga kini masih banyak publik yang tak paham tugas, fungsi wartawan sesuai amanat UU Pers.


Akibatnya, lanjut Lucky, jurnalis sering mendapat perlakukan tak wajar saat meliput. Pelaku tak hanya warga sipil, juga dari oknum aparat keamanan.


"Kami akan bekerjasama dengan penegak hukum dan masyarakat untuk mensosialisasikan UU Pers dan tugas, fungsi wartawan seperti apa," jelasnya.


Selain itu, upah wartawan juga menjadi perhatian AJI Jayapura. Kata Lucky, minimal gaji wartawan sesuai UMP. Tak hanya AJI Jayapura, kesejahteraan wartawan ini juga merupakan salah satu visi AJI Indonesia.


"Jadi AJI Jayapura harus memperjuangkan itu. Minimal dia dapat UMP dan tunjangan lain, juga perlindung dari perusahaan. Jangan perusahaan lepas tangan saat ada masalah," tandas Lucky Ireeuw.


Sementara Sekretaris AJI Jayapura, Anang Budiono mengatakan, program lain yang diprioritaskan pihaknya adalah membentuk LBH Pers. Sehingga, semua anggota AJI Jayapura harus ikut mendorong ini, agar dapat terlaksana.


"LBH pers itu penting mengadvokasi apa pun yang terjadi dengan teman-teman di lapangan agar mendapat perlindungan hukum sesuai UU Pers. Kami mau LBH Pers ada secepatnya, karena ada teman-teman advokat yang mau sukarela terlibat dalam LBH Pers," tutur Anang.


Namun, ia berterimakasih kepada para anggota AJI Jayapura yang memberi kepercayaan kepadanya bersama Lucky Ireeuw untuk membenahi organisasi.


"Organisasi ini (AJI) tetap eksis karena teman-teman. Jadi mari bersama membawa AJI Jayapura ini ke arah yang lebih baik lagi ke depan," tandas Anang. (TIARA)

Dibaca 251 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.