Gugatan Dugaan Malpraktek, Pemkab Manokwari Masih Tunggu Hasil Autopsi | Pasific Pos.com

| 21 September, 2019 |

Gugatan Dugaan Malpraktek, Pemkab Manokwari Masih Tunggu Hasil Autopsi

Papua Barat Penulis  Kamis, 16 Agustus 2018 22:16 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Manokwari, TP – Gugatan dugaan malpraktek yang dilakukan oknum petugas medis di RSUD Manokwari hingga menyebabkan seorang bayi meninggal dunia, masih berlanjut. Kasus ini sedang ditangani penyidik kepolisian.

Sebelumnya diberitakan, Tim Labfor Polri Wilayah Timur didampingi penyidik Ditreskrimsus Polda Papua Barat telah membongkar makam dari bayi yang diduga korban malpraktek di TPU Pasir Putih, 27 Februari 2018.

Pengacara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manokwari, Jimmy Ell, SH membenarkan jika Pemkab Manokwari, dalam hal ini RSUD Manokwari mendapat 2 gugatan malpraktek, salah satunya gugatan dilayangkan dr. Augustine Hehanusa, tetapi diselesaikan secara damai.

“Ada dua gugatan yang dilayangkan ke Pemkab Manokwari atas dugaan malpraktek di RSUD Manokwari, yang pertama dokter Hehanusa dan gugatan yang kedua yang bongkar makam,” kata Jimmy Ell kepada Tabura Pos di Kantor Bupati Manokwari, belum lama ini.

Untuk gugatan kedua, ia mengatakan, Pemkab Manokwari masih menunggu hasil autopsi yang dilakukan penyidik kepolisian pasca-pembongkaran makam korban. “Terkait gugatan yang kedua, sampai hari ini kami masih menunggu dari penyidik terkait hasil autopsi tersebut,” jelas Jimmy Ell.

Selaku pengacara Pemkab Manokwari, Jimmy Ell mengatakan, jika sudah ada hasil autopsy dan diserahkan ke Pemkab Manokwari, maka pihaknya akan mempelajarinya terlebih dahulu sebelum menentukan upaya ke depan.

“Nanti dari hasil autopsi kita lihat dari proses yang dilakukan perawat atau dokter di RSUD Manokwari, menyalahi prosedur atau tidak, setelah itu baru Pemkab Manokwari mengambil langkah hukum,” tukas Jimmy Ell.

Berdasarkan catatan Tabura Pos, penyidik Subdit I Ditreskrimsus Polda Papua Barat, AKP Musa Permana mengatakan, pembongkaran makam bayi dalam rangka autopsi, guna menindaklanjuti proses penyidikan dugaan malpraktek di RSUD Manokwari yang menyebabkan korban meninggal dunia.

Ia menjelaskan, untuk membuktikan kematian korban secara detail, sampel DNA dari jenazah bayi tersebut akan diambil dan diperiksa di Labfor.

“Kita sudah berkoordinasi dengan pihak keluarga dan sudah mendapat persetujuan. Kita doakan saja semoga proses ini berjalan lancar,” katanya kepada para wartawan di TPU Pasir Putih, beberapa bulan lalu.

Diterangkannya, proses autopsi sangat diperlukan untuk melengkapi berkas penyidikan, sehingga memperkuat alat bukti dan bisa ditentukan siapa yang harus bertanggung jawab atas kasus ini.

Sebab, ia menegaskan, melalui proses autopsi, pihak kepolisian bisa mengetahui seperti apa penanganan terhadap bayi setelah dilahirkan sampai menyebabkan bayi tersebut meninggal dunia.

“Beberapa sampel akan kita ambil dan dibawa ke Labfor Makassar, kurang lebih sekitar 1 bulan ke depan hasilnya sudah bisa kita dapatkan,” pungkas Permana. [SDR-R1] 

Dibaca 369 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.