MK Masih Menyisakan 13 Perkara Pilkada | Pasific Pos.com

| 17 September, 2019 |

MK Masih Menyisakan 13 Perkara Pilkada

Sosial & Politik Penulis  Minggu, 12 Agustus 2018 18:21 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

JAKARTA – Mahkamah Konstitusi (MK) hingga pekan kemarin masih menyisakan 13 perkara pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak tahun 2018.

Jumlah perkara yang masuk di MK sebanyak 71. Sementara yang memenuhi ambang batas ada berjumlah 7 perkara. Jumlah putusan Dismissal yakni 2 perkara diinyatakan gugur, 1 perkara dinyatakan ditarik kembali, serta 55 perkara dinyatakan tidak dapat diterima. Sementara 13 perkara masih menunggu sidang MK pada pekan depan.


13 perkara yang tersisa ini meliputi 7 perkara yang memenuhi ambang batas sengketa PHP Pilkada. Selebihnya 5 perkara Pilkada Mimika (Papua) dan 1 perkara Pilkada Paniai (Papua).


Dari seluruh perkara Perselisihan Hasil Pemilihan (PHP) Pilkada serentak 2018 yang masuk, tak ada satu pun putusan sela yang diperintahkan MK untuk dilakukan Pemungutan Suara Ulang (PSU) maupun Penghitungan Suara Ulang (PSU).


Terkait hal itu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI menilai bahwa proses Pilkada serentak 2018 dapat dikatakan sukses.


“Dengan demikian dapat dikategorikan bahwa proses dan hasil Pilkada Serentak 2018 semakin berintegritas dan demokratis,” ujar Komisioner KPU RI, Hasyim Asyari pada Sabtu (11/8).


Pihaknya mengucapkan selamat dan sukses kepada jajaran KPU Provinsi dan KPU Kab/Kota seluruh Indonesia, terutama penyelenggara Pilkada serentak 2018 di 171 daerah.


“Terima kasih kepada segenap jajaran pelaksana di tingkat kecamatan (PPK), Desa/Kelurahan (PPS), dan KPPS,” ujarnya.


Hasyim juga mengapresiasi dan berterima kasih kepada Bawaslu, DKPP, Partai Politik, pasangan calon peserta pilkada, Pemerintah, Pemeritah Daerah, Polri dan TNI, masyarakat sipil, media massa dan seluruh pemilih, atas kerja samanya selama penyelenggaraan Pilkada Serentak 2018.

Dibaca 394 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.