170 Casis Bintara Dinyatakan Lulus, 1 Orang di Diskualivikasi | Pasific Pos.com

| 13 November, 2019 |

170 Casis Bintara Dinyatakan Lulus, 1 Orang di Diskualivikasi

Papua Barat Penulis  Sabtu, 04 Agustus 2018 15:16 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Manokwari, TP – Kepolisian daerah (Polda) Papua Barat menggelar sidang kelulusan akhir penerimaan Bintara Polri Tahun Anggaran 2018 Panda Papua Barat, di Gedung Audotorium PKK, Arfai, Jumat (3/8).

Dikatakan Karo SDM Polda Papua Barat, Kombes Pol. Dirin, hasil dari sidang tersebut sebanyak 170 calon siswa (casis) dinyatakan lulus dan 1 casis di diskualivikasi.

Padahal, diungkapkannya, kuota yang diberikan Mabes Polri bagi Panda Papua Barat adalah 250 orang, namun berhasil lolos sampai seleksi tahap Pantukhir hanya 171, tetapi 1 casis di diskualivikasi sehingga yang berhasil masuk hanya 170 casis.

Dia menjelaskan, mereka yang dinyatakan lulus, untuk casis Bintara Polwan akan mengikuti pendidikan di Sepolwan Ciputat, Jakarta, sedangkan Casis Bintara Polki akan dibina di SPN Jayapura, Papua, selama 7 bulan.

"Kuota sisa yang belum terpenuhi nantinya akan di isi oleh Polda lain," kata Karo SDM kepada para wartawan di di Gedung Audotorium PKK, kemarin.

Menurut dia, terdapat 1 casis yang di diskualivikasi, sebab yang bersangkutan mendapat penilaian buruk yang berkaitan dengan attitude.

Dirinya menambahkan, hal itu terbukti berdasarkan adanya pengaduan masyarakat terhadap yang bersangkutan, sehingga menurut penilaian panitia casis tersebut tidak patut menjadi bagian dari anggota Polri.

"Untuk menjadi anggota Polri persyaratannya jelas, harus berstatus belum menikah, belum memiliki anak, dan sebagainya. untuk yang bersangkutan kita klarifikasi semu pihak terkait termasuk saksi, dan apa yang menjadi kendala itu terbukti,” jelas dia.

Dirinya menuturkan, dalam proses seleksi, Polda Papua Barat  ingin mendapatkan SDM yang berkualitas dan memiliki moral yang baik, profesioanl dan bisa dipercaya,  untuk yang 1 peserta di diskualivikasi karena tidak memenuhi unsure tersebut.

Karo SDM mengaku, memang sangat disayangkan karena Panda Papua Barat tidak dapat memenuhi kuota yang ditentukan Mabes Polri, namun pihaknya tidak dapat berbuat banyak karena selama proses seleksi banyak peserta harus gugur sebab tidak memenuhi standar kelulusan.

Apalagi, peserta yang telah gugur, titik kendalannya lebih dominan berada pada tahap seleksi psikologi dan kesehatan, bahkan mencapai 50 persen dari jumlah perdaftar baik peserta OAP maupun non-OAP.

"Himbauan saya, para orang tua bisa mempersiapkan mereka untuk seleksi tahun depan, terutama apa yang masih menjadi kekurang harus diperbaiki," tukas Karo SDM.

Sementara itu, Wakapolda Papua Barat, Kombes Pol. Tatang meminta, casis Bintara Polri Panda Papua Barat agar menaati segala peraturan selama berada di pendidikan.

"Dimohon kepada seluruh keluarga agar mempersiapkan anaknya sebab tanggal 6 Agustus 2018, mereka harus berada di tempat pendidikan," ucap Tantang kepada para casis dan orang tua di Gedung Audotorium PKK.

Menurut dia, selama di pendidikan harus belajar maksimal untuk meraih prestasi yang lebih baik, jangan malas belajar dan berupaya untuk mendapatkan rangkin yang tinggi.

"Ikuti semua aturan yang ada di pendidikan dan jangan melanggar karena sanksinya berat," tandas Wakapolda.[BOM] 

Dibaca 797 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX