Bupati Nduga Bantah 8 Karyawan PT Waskita Karya Disandra | Pasific Pos.com

| 21 May, 2019 |

Bupati Nduga Bantah 8 Karyawan PT Waskita Karya Disandra

Beri rating artikel ini
(0 voting)

Jayapura,- Bupati Kabupaten Nduga Yairus Gwijangge membantah tentang adanya penyanderaan delapan karyawan PT Waskita Karya,  Kamis malam sekitar pukul 23.00 WIT di basecamp  PT Waskita  Karya distrik Mugi kabupaten  Nduga.
“Tidak benar ada penyanderaan 8 karyawan PT Waskita Karya, yang dilakukan aksi tersebut adalah oknum yang tidak dilibatkan dalam kegiatan di perusahaan tersebut,’’ ujar Bupati Yairus Gwijangge melalui Kasubag Humas Levianus Kogoya, semalam.
Menurutnya, oknum yang mekakukan aksi tersebut adalah untuk mencari makan, karena kecewa dengan PT Waskita Karya. ‘’Jadi, itu bukan karyawan disandra, oknum tersebut melakukan aksi tersebut untuk mendapat uang dari perusahaan,’’ tegasnya lagi.
Lanjutnya, permasalahan tersebut juga telah diselesaikan oleh pemerintah setempat. Oleh karena itu, Bupati juga minta kepada perusahaan-perusahaan yang masuk di Kabupaten Nduga, terlebih dulu melakukan koordinasi dengan Pemkab setempat, jangan sudah terjadi masalah seperti ini, baru laporkan kepada pemerintah maupun aparat kemanan.
Dalam pemberitaaan Pasific Pos sebelumnnya, Delapan karyawan PT Waskita Karya, sempat disandera. Kamis malam sekitar pukul 23.00 WIT di basecamp  PT Waskita  Karya distrik Mugi kabupaten  Nduga didatangi oleh Terinus Unuee. Terius  datang dan mengetuk pintu
Basecamp dan salah satu karyawan membuka pintu dan melihat di depan ada  5 orang bersenjata salah satunya menggunakan kampak. Kelompok ini dipimpin oleh Panglima TPM/OPM  wilayah Mapenduma, Mugi,  Mbua, dan Kujawage yang bernama Silas Kogoya.
Kelima orang ini menggunakan topeng atau penutup muka dan  membawa senjata laras panjang 4 pucuk dan 1 pucuk laras pendek.  Silas Kogoya mengaku bawah dirinya bersama anggotanya sudah kehabisan bahan makanan  dan minta tebusan uang  sebanyak 5 Milyar. Pembayaran tebusan  dikasih waktu sampai tanggal  14 juni 2015.
Delapan orang sandera ini terdiri dari satu perempuan dan tujuh laki laki. Nama nama yang disandera, Kasirin (38), Darno  (30), Dudung  (27), Boby, Marno, Indah, Alpons dan Dominggus (29).
Setelah penyanderaan itu pihak perusahan berkomunikasi dengan pimpinan pusat karena perusahan PT WASKITA KARYA adalah perusahaan BUMN. Dan diperoleh kesepakatan biaya tebusan sebesar 500 juta.
Setelah ada kesepakatan _Udin selaku humas perusahaan dengan menggunakan pesawat Susi Air berangkat ke Mugi.  Hari Minggu pagi sekitar pkl 07.30 WIT tim penyelamat tiba di Mugi kabupaten  Nduga dan langsung  melaksanakan  nego transaksi lewat kurir atas nama Terinus Unnue.
Dan begitu semua sandera sudah di atas pesawat, langsung diterbangkan ke Wamena dengan pesawat yang sama. Para sandera dalam kondisi sehat walau tampak mengalami trauma.
Kepala suku besar Mugi Jakaruma Kogoya menjadi saksi dan penjamin.  Selanjutnya pekerjaan jalan tetap akan dilanjutkan pada satu minggu kedepan. (Bams)

Dibaca 935 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.