Ajudan Kapolresta Meninggal Dunia | Pasific Pos.com

| 16 July, 2019 |

Ajudan Kapolresta Meninggal Dunia

Headline Penulis  Selasa, 16 Jun 2015 16:13 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Jayapura,-  Ajudan Kapolres Kota Jayapura, Bripka Ahmed Mahu Senin (15/6) siang meninggal dunia setelah mengalami perawatan di RS Bhayangkara akibat pemukulan. Pemukulan terhadap Bripka Ahmed Mahu, diduga dilakukan oleh tiga oknum TNI AD berinisial Praka I, Pratu S dan Serda T.
Ketiga oknum anggota TNI ini telah  diamankan oleh Polisi Militer Kodam XVII/Cenderawasih guna dimintai keterangan terkait peristiwa sebenarnya.
“Anggota yang diduga berbuat demikian telah kami amankan dan sedang diperiksa di Polisi Militer," kata Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XVII/Cenderawsih Letkol  Inf Teguh PR, ketika dikonfirmasi di ruang kerjanya kemarin.
Kapendam menjelaskan kronologis peristiwa itu bermula dari patroli oleh anggota Kodim 1701 tak jauh dari tempat hiburan malam pada Jumat dini hari.
"Ketika itu ada anggota Kodim 1701/Jayapura turun untuk melihat namun  diserang oleh oknum polisi itu. Anggota dari Satgas 133/Padang mendengar turun untuk membantu. Ada juga rekaman CCTV dari salah satu tempat dikawasan itu yang menunjukkan bahwa anggota Kodim diserang," katanya.
Setelah peristiwa itu, personil Kodim 1701/Jayapura yang berpatroli dan di bantu dari Satgas 133/Padang kemudian pulang, oknum polisi itu juga pulang tanpa melaporkan kejadian tersebut kepada atasan masing-masing.
Keesokan harinya, istri almarhum melapor ke Kapolresta kalo suaminya sakit. Dan dirawat di RS Bhayangkara. "Namun tadi sore, yang bersangkutan (oknum Polisi) itu dikabarkan meninggal. Dari dokter jaga dikatakan meninggal  karena sakit lama dibagian perut yang dideritanya kambuh.
Menurut dokter jaga penyebabnya tidak ada berkaitan dengan pengeroyokan," katanya.
Lebih lanjut, Teguh menyampaikan, peristiwa itu kini sedang ditangani oleh polisi militer, dan dari Kodim 1701/Jayapura telah mengutus personilnya untuk menemui keluarga dari polisi yang dikabarkan meninggal itu.
"Jajaran dibawah kami juga langsung bersikap dengan menemui keluarga korban, meminta maaf  meski kasus ini masih diselidiki," katanya.
Teguh berpesan agar rekan-rekan pers bisa memberitakan dengan berimbang, karena kesolidatan aparat TNI-Polri didaerah itu sangat baik.
"Harapannya rekan-rekan media bisa obyektif, TNI dan Polri adalah satu. Hanya disayangkan karena minuman keras, ada peristiwa seperti ini. Mari kita perangi, tertibkan minuman keras," ajaknya
Sementara itu, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Papua, Komisaris Besar Polisi Patrige saat dikonfirmasi menegaskan, pihak Kepolisian Resort Jayapura Kota masih menyelidiki kematian salah satu anggotanya. Patrige juga membenarkan adanya insiden tersebut.
Dari hasil penyelidikan, terang Patrige, kasus ini bermula saat  tiga anggota Kodim 1701 Jayapura  sedang melakukan berpatroli dikawasan Entrop.  Setibanya di halaman Bar Horizon 2, ketiga anggota TNI ini bertemu dengan korban yang saat itu dalam kondisi pengaruh minuman beralkohol.
Ketiga anggota TNI, sambung Patrige, sempat menanyakan identitas korban,  yang dijawab korban bahwa dirinya Ajudan Kapolres Jayapura Kota. Namun tanpa sebab korban langsung dipukul oleh ketiga anggota TNI tersebut, hingga mengalami luka lebam di wajah dan sakit dibagian perut.
Patrige menambahkan, saat ini pihaknya masih memintai keterangan saksi bernama Billy Sanggenafa, yang merupakan Security Bar Horison Dua. “Anggota masih mendalami kasus ini, termasuk memintai keterangan saksi yang ada di TKP,” tegasnya.
Sementara itu, Dandim 1701/Jayapura, Letnan Kolonel Inf Yoyok Pranowo saat dikonfirmasi membenarkan adanya insiden pemukulan terhadap seorang anggota Polri yang dilakukan oleh oknum anggota Kodim.
Namun, Dandim membantah bahwasanya pemukulan oleh oknum anggotanya menjadi penyebab kematian anggota Polri tersebut. “Meninggalnya bukan karena dipukul, melainkan karena sakit penyumbatan usus korban yang dideritanya sejak lama,” tegas Yoyok.
Dandim juga menyakini kematian anggota Polri itu dikarenakan penyakit, sebagaimana penyampaian pihak dokter Rumah Sakit Bhayangkara yang menangani korban. Meski demikian, Dandim menyatakan telah melakukan penahanan terhadap tiga anggotanya yang melakukan pemukulan. “Tiga anggota saya sudah ditahan di Pomdam XVII/Cenderawasih,” tandas Yoyok. (Fani/Syaiful)

Dibaca 774 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.