Hari Ini, Pemprov Papua dan Kemenhub Bahas Kereta Api | Pasific Pos.com

| 23 May, 2019 |

Hari Ini, Pemprov Papua dan Kemenhub Bahas Kereta Api

Headline Penulis  Selasa, 16 Jun 2015 16:11 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

JAYAPURA,- Pemerintah Provinsi Papua Selasa siang (16/6) dipimpin Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekda Provinsi Papua, Drs. Elia Loupatty, MM akan melakukan pertemuan dengan Kementerian Perhubungan terkait upaya pengembangan pembangunan kereta api di Provinsi Papua.
“Besok (hari ini) saya akan pimpin tim dari Pemprov Papua untuk mengadakan rapat bersama dengan Kemeterian Perhubungan untuk membahas lebih detail hal-hal yang berhubungan dengan pengembangan kereta api di Provinsi Papua,”katanya kepada wartawan kemarin siang Senin (15/6) di Hotel Aston - Jayapura.
Elia Loupatty menuturkan kehadiran pihaknya dalam rapat bersama Kementerian Perhubungan, tentunya mengacuh kepada komitmen Gubernur Papua, Lukas Enembe, SIP, MH untuk percepatan pembangunan kereta api di Indonesia.
”Rapat ini tentunya sebagai salah satu upaya  untuk mempercepat pembangunan kereta api dalam rangka mendukung percepatan penanganan infrastruktur di Papua, sehingga dapat memberikan akses transportasi kepada daerah yang jauh dari perkotaan melalui perkeretapian,”terangnya.
Nantinya seluruh desain sedang membahasnya, dimana ada dua yang akan menjadi prioritas untuk mendukung PON 2020 Papua sebagai tuan rumah. “Nanti dari Sentani bagaimana caranya tiba cepat di Jayapura,”imbuhnya.
Kedua parallel dengan hal itu akan masuk ke daerah pegunungan. Menurut Loupatty desainnya sedang disiapkan karena itu akan melibatkan ahli perkereta apian di Indonesia sebab di Papua baru ada satu orang saja tenaga perkeretapian.
“Kami akan pakai seorang yang berpengalaman sehingga bisa memberikan masukkan dan bersama – sama dengan dari Pemprov Papua,”ujarnya.
Sebelumnya Kepala Badan Percepatan Pembangunan Kawasan Papua (BP2KP), Omah Laduani Ladamai menjelaskan pembangunan kereta api di Papua dananya sudah disiapkan oleh pemerintah pusat untuk tahap awal sebesar Rp.10,3 triliun.
“Pembangunan kereta api ini harus kita dorong cepat. Namun kembali kepada kesiapan daerah, kalau daerah siap. Karena pemerintah pusat sudah menyiapkan anggaran bahkan dana untuk pembebasan tanahpun pemerintah pusat sanggup membiayai,” ungkapnya.
Mengingat pembangunan kereta api merupakan program jangka panjang, dimana total dana sampai semua daerah terhubung diperkirakan mencapai Rp.120 triliun.
“Untuk awal kita akan membangun 300 km, sesuai dengan arahan dari Gubernur kita akan dorong mulai dari Kabupaten Timika ke Pegunungan, itu yang pertama,”terangnya.
Dijelaskannya pembangunan kereta api diarahkan wilayah Pegunungan, sebab persoalan di Papua cukup banyak, sehingga persoalan ini yang menjadi prioritas untuk dituntaskan dalam memberikan manfaat kepada masyarakat.
“Apa artinya kita investasi besar untuk kereta api, tetapi kondisi masyarakat kita masih prihatin. Ini yang kita harus mencari pola yang tepat, sehingga paling tidak dinikmati oleh saudara-saudara kita yang selama ini menderita kemahalan di Pegunungan,” jelasnya.
Diharapkan dengan adanya pembangunan kereta api, dapat mengurangi tingkat konektivitas di Papua. Dimana pemerintah menargetkan tahun 2017 hal ini sudah dapat diselesaikan, termasuk menuntaskan sekitar 200 unit jembatan.
“Untuk pembangunan saat ini kita sementara siapkan soal kajian studi dan tahun ini kita sudah membuat Ripdanya dan basic datanya. Tahun kita targetkan sudah tuntas,” tandasnya.
Tahun depan sudah harus masuk dalam Amdal dan desainnya. ”Insya Allah, kalau secepatnyapun paling tidak tahun 2017 sudah harus ground breaking,”imbuhnya.
Dengan adanya pembangunan kereta api diharapkan, dapat menurunkan harga terutama diwilayah Pegunungan yang sangat tinggi, dengan adanya pembangunan kereta api dengan kapasitas yang bermuatan cukup besar dan biaya operasionalnya sangat murah.
Pembangunan kereta api di Papua sementara dikaji dari Kabupaten Sorong sampai ke Jayapura, dari Sorong sampai ke Nabire turun ke Timika  dan dari Timika sesuai dengan permintaan Gubernur akan masuk ke Wilayah Pegunungan terutama Pegunungan padat penduduk sampai ke Merauke.  ((Bams)

Dibaca 689 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX