Sejumlah Kampung Belum Optimalkan PAUD | Pasific Pos.com

| 13 December, 2019 |

Para Guru PAUD Dan TK Saat mengikuti Acara Halal Bi Halal (foto:iis) Para Guru PAUD Dan TK Saat mengikuti Acara Halal Bi Halal (foto:iis)

Sejumlah Kampung Belum Optimalkan PAUD

Papua Selatan Penulis  Selasa, 17 Juli 2018 07:10 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

MERAUKE,ARAFURA,-Kabid PAUD dan PNF Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Merauke, Nurul Ngabidah, S.Pd mengemukakan bahwa saat ini terdapat 81 TK dan semuanya aktif. Khusus untuk PAUD yang tercatat secara resmi sebanyak 132 PAUD dan masih aktif. Namun ternyata masih ada beberapa kampung yang belum mengoptimalkan PAUDnya. Untuk PKBM berjumlah 24 PKBM yang tersebar di kawasan kota dan sejumlah distrik. Di lingkup PAUD terdapat 260 tenaga honor sekolah namun untuk tenaga honor Pemda tidak ada.

“Sedangkan untuk yang berstatus PNS di PAUD ada 8 orang. Untuk tenaga pendidik yang berstatus PNS di TK sebanyak 120 orang dan yang sudah sertifikasi ada 50 orang,” tukas Nurul pada acara halal bi halal dan ramah tamah Bupati Merauke dan Bunda PAUD bersama para pengawas TK, Kepala TK/PAUD, Ketua PKBM dan seluruh tenaga pendidik di Kantor Bupati Kamis lalu. Lebih lanjut ia menjelaskan, untuk tenaga honor Pemda ada 0 orang dan honor sekolah ada 289 orang. Untuk insentif tutor PKBM tahun 2018 sebesar 600.000/bulan dan untuk insentif tutor PAUD khusus untuk Papua atau melalui dana Otsus saat ini PLS sedang memasukkan untuk tahun 2019.


Jadi tahun ini belum ada. Namun BOP PAUD dan PKBM yang tadinya 7 juta sekarang sudah naik menjadi 12 juta dan tahun ini siap untuk . Menurutnya, untuk insentif TK/PAUD selama 3 tahun belakangan ini belum pernah dibayarkan. Ia menambahkan, saat ini sudah ada lima Pengawas TK namun untuk Penilik PAUD belum. Oleh sebab itu diharapkan pemerintah setempat dapat n tambahan tenaga pengawas khusus bagi PAUD. Dari sekian banyak PAUD hanya beberapa saja yang sudah memperoleh NPSN sedangkan yang lain masih dalam pengurusan legalitas. Tanggal 5 Mei TK/PAUD sudah melaunching Gerakan Nasional Orang Tua Membacakan Buku (Gernasbaku) dan dilaksanakan langsung melalui lembaga-lembaga yang ada di Kabupaten Merauke.


Selanjutnya pada tahun ini pihaknya akan melaunching gerakan atau program Bahasa Ibu yang terpusat di tiga kampung yaitu Kampung Tanas, Wendu dan Wasur. Menurut rencana Bupati Merauke akan diundang khusus untuk acara launching tersebut dengan tujuan agar bahasa ibu yang terdapat di Kabupaten Merauke ini tidak punah. “Sama halnya dengan bahasa ibu dari daerah lain dimana sangat dikuatirkan anak-anak zaman sekarang masih ada yang tidak mengerti bahasa kampung atau bahasa asalnya,”tukas Nurul.

Dibaca 376 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.