ANTUSIASME CALON ANAK PAUD MASUK SEKOLAH | Pasific Pos.com

| 18 August, 2019 |

ANTUSIASME CALON ANAK PAUD MASUK SEKOLAH

Papua Barat Penulis  Rabu, 11 Juli 2018 19:47 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Manokwari, TP – Libur sekolah sebentar lagi usai, para calon siswa siswi mulai dari pendidkan Anak Usia Dini (PAUD), Taman Kanak – Kanak (TKK), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) bersiap diri untuk masuk sekolah.

Ada berbagai ekspresi yang dimunculkan oleh anak yang nota bene baru memasuki sekolah yaitu gembira, takut, dan cemas karena harus ditinggal oleh orangtua mereka untuk berada di kelas bersama dengan guru dan teman – teman barunya di sekolah.

Tentunya berbagai persiapan dilakukan oleh masing – masing anak dari berbagai tingkatan sekolah. Ekspresi riang gembira datang dari Neymar calon anak PAUD. Ditemui di rumahnya, Neymar berusia 3 tahun sangat antusias untuk masuk sekolah di PAUD Aisyah yang berlokasi di Swapen, kota Manokwari. Pesona wajahnya yang manis dan sumringah menghiasi suasana wawancara saat ditanyai oleh tim Tabura Pos, Selasa (10/7) di kediamannya.

Ditanyai seputar masuk sekolah, Neymar dengan lugu dan polos menjelaskan dengan bahasa anak – anak “Abang suka masuk sekolah, karena nanti abang bisa bermain dengan banyak teman” tutur Abang (panggilan akrab untuk Neymar dari ayah bundanya sejak bayi) sambil menulis dan bermain.

Abang sudah diajarkan membaca dan menulis sebelum dia masuk sekolah. Adapun persiapan yang telah dilakukan oleh orangtuanya yakni: seragam sekolah, buku dan peralatan tulis - menulis, tas, kaos kaki serta sepatu. “Dia sangat gembira ketika diajak ke toko untuk membeli semua perlengkapan sekolah ini” ungkap Imah nenek dari si abang.

Anak – anak yang baru masuk dan mengenal lingkungan sekolah ini harus mendapatkan perhatian yang lebih baik dari para guru di sekolah, sebab mereka baru dalam proses pengenalan sekolah bersama guru – guru, maupun teman – teman baru yang akan menemani mereka semasa sekolah nantinya, sehingga anak tidak merasa sungkan untuk bisa bergabung bersama teman sekelasnya saat proses belajar, pungkas Imah sambil menyuap cucunya yang sedang menikmati makan siang. [CR48] 

Dibaca 200 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.