Jenazah Iptu Yesaya Nussi Tiba di Jayapura | Pasific Pos.com

| 23 May, 2019 |

Salah satu anak korban saat tak kuasa menahan kesedihan atas kepergian almarhum Iptu (Anumerta) Yesaya Nussi. Salah satu anak korban saat tak kuasa menahan kesedihan atas kepergian almarhum Iptu (Anumerta) Yesaya Nussi.

Jenazah Iptu Yesaya Nussi Tiba di Jayapura

Headline Penulis  Rabu, 04 Juli 2018 19:06 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

JAYAPURA, - Jenazah Iptu (Anumerta) Yesaya Nusi Anggota Polres Lany Jaya korban penyerangan kelompok kriminal bersenjata di Distrik Torere Kabupaten Puncak Jaya beberapa waktu lalu akhirnya dievakuasi menggunakan pesawat dari Mamberamo Raya ke rumah sakit Bhayangkara Jayapura, Rabu (4/7) siang.

Kedatangan jenazah korban di rumah sakit Bhayangkara disambut isak tangis keluarga.


Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol AM.Kamal mengungkapkan jenazah korban saat ini masih dalam proses otopsi untuk memastikan kematian korban dan selanjutnya korban akan disemayamkan di Mako Brimob Polda Papua dan selanjutnya akan diterbangkan ke kampung halaman untuk dikebumikan.


"Rencananya besok (kamis-red) akan diterbangkan ke Biak untuk upacara pemakaman," ungkap Kamal.


Kamal menuturkan jenazah korban ditemukan tidak jauh dari lokasi penyerangan.


"Setelah dilakukan pencarian oleh tim gabungan jenazah korban berhasil ditemukan tidak jauh dari lokasi dimana saat ditemukan senjata serta kelengkapan korban masih lengkap," tuturnya.

Kamal aksi penyerangan yang menewaskan dua anggota Polres Puncak Jaya serta satu warga sipil terjadi pada 27 Juni lalu, ketika rombongan membawa logistik hasil pemungutan suara Gubernur dan wakil gubernur Papua, ketika dalam perjalanan pulang speed boat yang ditumpangi korban dibrondong tembakan oleh kelompok kriminal dari bukit.


"Atas insiden itu Kepala Distrik Torere bernama Obaja Fruaro bersama dua anggota polisi yakni Jesayas dan Bripka Anumerta Sinton Kabarek tewas, sementara tujuh anggota selamat setelah melompat dari speed yang ditumpangi," ujarnya.


Sementara itu perlu diketahui dalam kurun waktu 10 tahun terhitung sejak tahun 2008 hingga 2018 sedikitnya ada 30 anggota Polri yang tewas dan 57 yang cedera sedangkan warga sipil tewas mencapai 78 orang dan 117 luka akibat aksi penembakan yang dilakukan kelompok kriminal bersenjata di Papua.

Dibaca 567 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.