Ipda Yesaya H Nussi Ditemukan Tewas | Pasific Pos.com

| 22 July, 2019 |

Kapolda Papua, Irjen Pol Boy Rafli Amar. Kapolda Papua, Irjen Pol Boy Rafli Amar.

Ipda Yesaya H Nussi Ditemukan Tewas

Headline Penulis  Selasa, 03 Juli 2018 20:53 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(2 voting)

JAYAPURA,- Satu lagi anggota Polri yang hilang karena Speed Boatnya diserang saat melaksanakan pengamanan Pilkada 27 Juni lalu, kembali ditemukan di aliran Sungai Mamberamo Raya tidak jauh dari lokasi penyerangan, Selasa (3/7).

Kapolda Papua, Irjen Pol Boy Rafly Amar, menuturkan, korban ditemukan masyarakat hanya ratusan meter dari lokasi kejadian penghadangan dan penembakan.


“Yang menemukan pertama kali adalah Kepala Kampung setempat, hanya 300 meter dari lokasi tempat kejadian, lalu dilaporkan melalui SSB kepada tim pencarian,”ungkap Kapolda, Selasa (3/7) siang.


Kata Boy saat ini tim gabungan yang melakukan pencarian sedang melaksanakan proses evakuasi dari lokasi penemuan menuju Distrik Dabra yakni distrik terdekat, lokasi yang mudah untuk proses evakuasi seanjutnya menuju Jayapura.


“Mudah-mudahan evakuasi dari lokasi penemuan menuju Dabra berjalan lancar dan rencananya memakan waktu kurang lebih 10 jam,”ucapnya.


Jenazah Ipda Yeaaya Nusi ditemukan dalam kondisi tewas mengambang di sungai masih dengan menggunakan seragam Polri.


“Korban ditemukan dengan pakain lengkap Polisi dalam kondisi mengambang dipermukaan sungai,”paparnya.


Dengan ditemukannya jasad Ipda Yesaya Nusi maka 2 Polisi yang dinyatakan hilang sudah ditemukan semuanya.


“Hari minggu lalu Jasad Sinton Kabarek sudah lebih dulu ditemukan juga hanya ratusan meter dari lokasi kejadian, dan Senin kemarin berhasil dievakuasi ke Jayapura,”paparnya.


Adapun senjata api yang hilang yakni jenis SS1 yang dipegang Ipda Yesaya Nusi. “Namun senjata jenis revolver masih tergantung di celananya saat ditemukan,”tandasnya.


Kemungkinan senjata SS1 milik Ipda Yesaya Nusi lepas dari genggamannya, karena dia saat tertembak melompat ke sungai dari speed boat.


“Dalam kondisi terluka berenang di sungai yang deras arusnya tentu sulit dan saat itulah kemungkinan senjata SS1 korban terlepas dan hilang,”tandasnya.


Mengenai kelompok bersenjata yang melakukan penghadangan dan penembakan, Polisi masih melakukan penyelidikan.

“Masih diselidiki kelompok pelaku penyerangan, apa sama dengan kelompok di wilayah lain yang juga kerap beraksi mengganggu keamanan,”tukasnya.


Peristiwa penghadangan dan penembakan terjadi Rabu 27 Juni saat pelaksanaan Pilkada serentak berlangsung. Saat itu 9 personil polisi melaksanakan pengamanan terhadap Kepala Distrik Torere Puncak Jaya Obaja Froara tertembak dan tewas dalam perjalanan. Empat polisi sempat meompat ke sungai dan dua berhasil ditemukan dalam kondisi selamat, sedangkan 2 lagi tewas.

Dibaca 890 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.