Kapolri Tekankan KKB Jangan Melawan Aparat | Pasific Pos.com

| 26 August, 2019 |

Kapolri Tekankan KKB Jangan Melawan Aparat

Headline Penulis  Minggu, 01 Juli 2018 20:03 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Jayapura, - Kapolri Jendral Polisi, Tito Karnavian tekankan agar Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) tidak melawan aparat karena pasti akan diproses hukum.

" Intinya kami melakukan pendekatan prefentif pada KKB, tapi apabila mereka tetap melawan dan meneror warga, akan kita pukul balik". Ungkapnya ketika sesaat sebelum terbang kembali ke jakarta di Lanud Sentani.


Tito mengakui gangguan oleh kelompok ini terus dilakukan dengan memanfaatkan moment Pilkada, namun kekompakan TNI dan Polri di Papua sudah sangat baik sehingga aksi teror KKB sudah dapat diminimalisir.


" Saya Apresiasi Kapolda dan Pangdam, karena tidak gampang untuk bertugas di Papua dengan medan dapat menciptakan situasi yang kondusif". ungkapnya.


Kapolri mengaku kondisi di Nduga sudah kondusif dan pilkada berjalan lancar, sehingga tujuannya ke papua untuk menghadiri supervisi anev di mapolda dan ternyata mendapat sambutan antusiasme yang tinggi dari pihak TNI.


Selain itu juga Tito menambahkan, pasca insiden penembakan pesawat yang terjadi di Kenyam pihaknya telah melakukan penambahan pasukan dari mimika untuk memperkuat pengamanan di saat pelaksanaan pemungutan suara.


“Khusus disana kita memang ada penambahan pasukan dari mimika dan sudah ada laporanya dari Kapolda,” ungkapnya.


Mantan Kapolda Papua ini pun menyayangkan karena masih ada masyarakat Papua yang ingin memisahkan diri dari negara kesatuan, padahal di era Jokowi sangat konsen untuk pembangunan Papua.


“Sekarang kita lihat presiden sangat luar biasa konsen dalam membanguan Papua , nah marilah kita sambut kebijakan presiden, tidak perlu menggunakan kekerasan tapi kalau masih ada yang bandel maka kami bersama rekan TNI akan tindak tegas,” tegas Tito.

Dibaca 449 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX