Kadistrik Torere dan Anggota Polisi Ditembak KKSB Puncak | Pasific Pos.com

| 24 August, 2019 |

Tim keamanan anggota Polri di distrik Torere. Tim keamanan anggota Polri di distrik Torere.

Kadistrik Torere dan Anggota Polisi Ditembak KKSB Puncak

Headline Penulis  Kamis, 28 Jun 2018 16:19 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Timika, Kelompok kriminal sipil bersenjata dalam sepekan terakhir ini semakin brutal. Setelah kejadian penembakan di kabupaten Nduga ada penembakan tukang ojek di kabupaten Puncak Jaya dan menurut informasi yang diperoleh redaksi telah terjadi penembakan dan penyerangan terhadap kepala distrik Torere dan 9 anggota kepolisian yang sedang melakukan pengamanan pemilukada.

Diperoleh info Rabu (27/6) sekitar pukul 11.30 WIT masyarakat dari Torere ( TPS Douw 2 ) selesai melakukan pemilihan untuk distrik M. Hulu dan akan kembali ke distrik Torere kabupaten Puncak dengan menggunakan 2 buah speed. Speed pertama dengan muatan masyarakat dan speed ke 2 dengan muatan kepala distrik Torere bersama sama dengan anggota pengamanan dari Puncak Jaya.


Saat di atas speed tersebut sekitar pukul 16.00 WIT tiba tiba kelompok kriminal sipil bersenjata (KKSB) melakukan penghadangan terhadap rombongan dari darat pinggir tebing sungai.


Speed pertama yang ditumpangi masyarakat berhasil lolos sedangkan speed yang ditumpangi kepala distrik Torere atas nama Obaja Fruaro bersama sembilan anggota polisi dari kabupaten Puncak mendapat tembakan.


Menjelang tengah malam, didapat informasi kepala distrik bersama dua anggota kepolisian meninggal dunia.


Tiga korban meninggal dunia atas nama Obaja Froaro, Ipda Jesayas H . Nusi, Brigpol Sinton Kabarek. Sementara itu 4 korban selamat telah berada di Polsek Dow atas nama Bripka Maks Anjonderin, Brigpol Steven Auparay , Bripda Daniel Tambunan dab Bripda Firmansa. Terdapat tiga anggota kepolisian yang belum diketahui keberadaannya.


Kabid humas Polda Papua, Kombes Pol. A.M. Kamal yang dihubungi melalui telephon selulernya membenarkan kejadian tersebut. "Benar ada penghadangan namun kami belum mengetahui persis kondisi dan kejadian disana. Komunikasi susah. Dan pagi ini kami akan mengadakan rapat terkait kejadian ini. Selesai rapat silahkan menghubungi kembali," ujar Kamal.

Dibaca 672 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.