Kasus Organda, Pelanggaran HAM Ringan | Pasific Pos.com

| 18 September, 2019 |

Kasus Organda, Pelanggaran HAM Ringan

Beri rating artikel ini
(0 voting)

Jayapura,- Komisi Hak Asazi Manusia Perwakilan Papua menilai penyerangan Kompleks Perumahan BTN Organda, Distrik Heram, Kota Jayapura oleh sekelompok orang tak dikenal yang menyebabkan dua orang meninggal, masuk dalam kategori pelanggaran HAM ringan.
“Saya melihat kasus di Organda itu criminal murni, karna ada penyerangan yang mengakibatkan dua warga meninggal dunia. Nah, kalau menyebabkan orang meninggal dunia, ada pelanggaran HAM di sana, tapi bukan pelanggaran HAM berat,”  kata Kepala Sekretariat Komnas HAM Perwakilan Papua, Frits Ramandey  saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (9/6).
Menyingkapi masalah di Organda, Komnas HAM Papua mendesak agar kepolisian bisa bertindak cepat, guna menghindari meluasnya masalah tersebut. Polisi, sambungnya, juga harus menghukum pelakunya dengan sanksi yang sangat berat.“Polisi harus bertindak cepat, karena masalah ini berpotensi meluas,” terang Frits.
Seharusnya, kata Frits, kepolisian memetakan wilayah-wilayah yang berpotensi terjadinya tindak criminal, apalagi yang telah menjadi basis dan kerap berulang-ulang. “Wilayah Organda kan sudah pernah ada kejadian dulu, nah ini terulang kembali,” tuturnya.
Tak hanya itu, lanjut Frits, menilik dari kejadian di Organda, para pemimpin umat atau komunitas masyarakat harus mampu mengendalikan komunitasnya, sehingga tidak melakukan tindakan liar yang tidak berprikemanusian. “Saya kira itu yang sangat penting,” tukas Frits. (Syaiful)

Dibaca 1365 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.