Antisipasi Keadaan Darurat ‘Bandara Gandeng Instansi Terkait’ | Pasific Pos.com

| 24 August, 2019 |

Pembukaan Rapat Komite Penanggulangan Keadaan Darurat Pendistribusian Serta Sosialisasi Dokumen Rencana Penanggulangan Keadaan Darurat Bandar Udara Kelas I Mopah Merauke.(foto:ady) Pembukaan Rapat Komite Penanggulangan Keadaan Darurat Pendistribusian Serta Sosialisasi Dokumen Rencana Penanggulangan Keadaan Darurat Bandar Udara Kelas I Mopah Merauke.(foto:ady)

Antisipasi Keadaan Darurat ‘Bandara Gandeng Instansi Terkait’

Papua Selatan Penulis  Senin, 14 Mei 2018 19:17 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

MERAUKE,ARAFURA,- Bandar Udara Kelas I Mopah Merauke mengalami peningkatan yang luar biasa, mulai dari perintis hingga bisa didarati boeing dan air base. Karena itu, seiring dengan perkembangan dan permintaan jaman maka antisipasi perlu dilakukan khususnya terkait dengan penanggulangan keadaan darurat.

Hal itu dikemukakan Asisten I Setda Kabupaten Merauke, Sunarjo,S.Sos saat membuka rapat komite penanggulangan keadaan darurat pendistribusian serta sosialisasi dokumen rencana penanggulangan keadaan darurat Bandar Udara Kelas I Mopah Merauke di Aula Hotel Megaria, Senin (14/5).


Menurut Sunarjo, antisipasi memang harus dilakukan sebagai managemen resiko pengelolaan aset kebandaraan. Upaya antisipasi melibatkan semua komponen, sesuai tugas dan fungsinya masing-masing. Sehingga ketika terjadi keadaan darurat, maka semua sudah tahu melakukan apa.


“Wajib hukumnya, kita semua yang berada di Merauke turut berpartisipasi untuk menyelamatkan, memelihara dan melestarikan, syukur-syukur ada peningkatan,”ujar Sunarjo.


Dikatakan Sunarjo, salah satu terobosan untuk mengupgrade ketertinggalan adalah kontribusi pemerintah daerah berkaitan dengan aset kebandaraan. Bahkan, untuk jumlahnya mencapai puluhan milyar yakni kurang lebih 61 milyar. Itulah sharing pembiayaan antara pemerintah pusat dan daerah.


Sementara itu, Kepala Seksi Keamanan Angkutan Udara kantor Otoritas Wilayah X Papua, Richard O W Marthin, mengatakan dokumen rencana penanggulangan keadaan darurat merupakan standar prosedur dan tata cara penanganan keadaan darurat seperti kecelakaan atau kebakaran fasilitas dengan radius tertentu. Kegiatan ini rutin dilaksanakan setiap satu tahun sekali, dengan tujuan untuk mengevaluasi jika terjadi perubahan data.


Diharapkan, anggota komite bisa melakukan koordinasi sesuai petunjuk dan tata cara yang tertera dalam dokumen tersebut. Komite dibentuk dari perwakilan masing-masing instansi dan unit kerja di Bandar Udara maupun sekitarnya yang terkait dengan penanggulangan keadaan darurat, termasuk unsur TNI, Polri dan pemerintah daerah.

Dibaca 346 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.