FKUB Papua Kutuk Keras Aksi Teror Bom di Surabaya | Pasific Pos.com

| 22 May, 2019 |

Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) di Tanah Papua saat melakukan jumpa pers. Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) di Tanah Papua saat melakukan jumpa pers.

FKUB Papua Kutuk Keras Aksi Teror Bom di Surabaya

Headline Penulis  Senin, 14 Mei 2018 17:49 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

JAYAPURA,- Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) di Tanah Papua, mengecam keras pengeboman tiga gereja di Surabaya pada Minggu (13/5/2018) pagi, dan di Mapolrestabes yang mengakibatkan adanya korban meninggal dan luka-luka.

Wakil Ketua FKUB Papua, Uskup Leo Laba Ladjar didampingi pengurus lainnya mengatakan, peristiwa pengeboman yang terjadi di Surabaya sangat mengejutkan sekaligus menyedihkan, khususnya bagi kaum kristiani karena terjadi pada jam ibadah.


"Kami mengutuk aksi terorisme ini, bersama seluruh rakyat Papua dan agama kami menolak terorisme dan mau melawannya, karena bertentangan dengan cita-cita para pemuka agama di tanah ini yang sudah bertekad membangun Papua tanah damai untuk semua dan seluruh agama," kata Leo kepada wartawan, Senin (14/5/2018).


Ditegaskan, seluruh agama menginginkan kedamaian, tetapi ternyata dibalik itu ada kelompok-kelompok yang ingin merusak suasana toleransi keagamaan. Untuk itu, dirasa perlu adanya pemberantasan terorisme serta radikalisme yang bertentangan dengan idealisme agama.


Pihaknya meminta aparat keamanan yang bertugas menjaga terorisme dan kelompok-kelompok radikal untuk lebih jelih. "Seperti kata presiden, segera dicari akar dan jaringan teroris kemudian di berantas," katanya.


Sementara kepada setiap pimpinan agama, pengajar agama, pengkhotbah, penginjil dan pendakwah hendaknya mengajar hal-hal yang membangun sifat positif, baik sikap terhadap Tuhan maupun sesama umat.


"Khotbah-khotbah yang hanya membangkitkan kebencian, profokatif sebaiknya dihentikan oleh para pemimpin agama manapun, karena kami tahu masih ada pengajar, pendakwa, pengkhotbah yang hanya menghasut umatnya supaya memusuhi agama lain," kata dia tengan tegas.


Leo juga mengajak seluruh umat beragama yang ada di Papua untuk tetap waspada dan membangun semangat damai antara satu sama lain. "Kami merasa prihatin dan turut berduka cita atas insiden yang terjadi di Surabaya," sambungnya.


Khusus untuk di Papua, dirinya mengaku butuh kejelihan dari para aparat keamanan dalam melihat setiap orang yang masuk ke Papua. Begitu juga pihak agama dan gereja-gereja harus peka terhadap mereka yang datang. "Kalau mencurigakan, silahkan laporkan ke pihak keamanan," kata Leo Laba Ladjar.

Dibaca 492 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.