13 Guru Korban Kekerasan dan Pelecehan di Aroanop Berhasil Dievakuasi | Pasific Pos.com

| 23 August, 2019 |

Nampak para guru yang mengabdi di Sekolah Dasar (SD) Aroanop dan Jagamin, yang menjadi korban kekerasan dan pelecehan seksual oleh kelompok kriminal bersenjata berhasil dievakuasi oleh anggota TNI ke Timika, Kamis (19/4). Nampak para guru yang mengabdi di Sekolah Dasar (SD) Aroanop dan Jagamin, yang menjadi korban kekerasan dan pelecehan seksual oleh kelompok kriminal bersenjata berhasil dievakuasi oleh anggota TNI ke Timika, Kamis (19/4).

13 Guru Korban Kekerasan dan Pelecehan di Aroanop Berhasil Dievakuasi

Headline Penulis  Minggu, 22 April 2018 00:54 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(1 Voting)

TIMIKA – Sebanyak 13 guru yang mengabdi di Sekolah Dasar (SD) Aroanop dan Jagamin, yang menjadi korban kekerasan dan pelecehan seksual oleh kelompok kriminal bersenjata berhasil dievakuasi oleh anggota TNI ke Timika, Kamis (19/4).

Para guru tersebut berjumlah 18 orang yang terdiri dari 11 orang laki-laki dan 7 orang perempuan. Untuk evakuasi tahap pertama sebanyak 13 orang yang terdiri dari 7 perempuan dan 6 orang laki-laki. Sementara  untuk 5 orang guru masih berada di kampung Aroanop akan dievakuasi Jumat (20/4) pagi.


Kolonel Inf Frits selaku Dansatgas  menjelaskan bahwa saat ini situasi dan kondisi di kampung Aroanop aman dan terkendali. “Saat ini kondisi kampung diatas, aman terkendali dimana TNI telah memukul mundur KKSB dan mengamankan kampung Aroanop,” jelasnya.


Salah seorang guru kontrak di SD Aroanop, Rano Samsul yang ditemui di bandara menceritakan bagaimana kekerasan yang mereka alami.  “Jadi mereka masuk ke kampung itu dengan cepat dan menyandera kita selama 45 menit dan kami juga tidak tahu apa maksud dan tujuan KKSB ke kampung itu. Kami semua para guru ditodong menggunakan senjata api di kepala,” jelasnya.


Rano lebih lanjut menjelaskan,  bahwa mereka dipisahkan  antara laki-laki dan perempuan.


“Para sandera perempuan disiksa dengan cara dipukul, ditendang serta kelompok KKSB juga melakukan pelecehan seksual sehingga menimbulkan luka memar di wajah dan efek trauma psikologis ,” jelasnya lagi.


Setelah 45 menit menyandera, KKSB tersebut pergi dengan membawa 10 buah HP, 4 buah laptop, sebagian bahan makanan dan pakaian para guru. “Mereka semua merampas barang-barang kami, mereka berjumlah kurang lebih 20 orang dengan membawa senjata api dan senjata tajam dan kita tidak bisa berbuat apa-apa,” ucapnya lagi.


Sementara itu,  guru yang mengajar di SD Jagamin,  Eustakhius Lefteu menjelaskan bahwa keadaan guru yang mengajar di kampung Jagamin dalam keadaan sehat. “Guru yang mengajar di SD jagamin merasa ketakutan dengan keberadaan KKSB itu, syukurnya tidak ada kekerasan yang dilakukan oleh kelompok itu kepada para guru di Jagamin,” jelasnya.


Para guru ini mengalami trauma yang sangat dalam ditambah lagi mereka bersedih karena beberapa minggu lagi anak-anak SD di Aroanop dan Jagamin akan melaksanakan ujian, tetapi para guru ini harus meninggalkan anak-anak sekolah karena harus menjalani perawatan akibat serangan yang dilakukan KKSB. Tekad para guru ini masih besar untuk mengajar anak-anak di SD Aroanop dan Jagamin karena para guru menginginkan anak-anak sekolah disana memiliki ilmu untuk memajukan Papua.


Perlu diketahui bahwa para guru ini ada satu orang yang ASN (aparatur sipil negara), guru kontrak dan guru PKL dari salah satu Universitas di Papua.

Dibaca 1181 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX