Bawa Ganja, Polisi Ciduk 2 Warga PNG | Pasific Pos.com

| 26 May, 2019 |

Bawa Ganja, Polisi Ciduk 2 Warga PNG

Beri rating artikel ini
(0 voting)

Jayapura,- Satuan Narkoba Polres Jayapura Kota menangkap dua warga Vanimo, Papua New Guniea, atas dugaan penyelundupan 24 paket ganja seberat 2 Kilogram Ganja ke Kota Jayapura, Selasa (2/6) dinihari sekitar pukul 01.30 WIT.
Keduanya ditangkap tanpa perlawanan ketika berada di samping Kantor Navigasi, Jalan Soa Siu Dok II Jayapura.  Mereka yakni, Jefry Arnold Dahay (24) dan Max Amboi Dahay (34), warga Vanimo Green, Distric West Sepik, Province Papua New Guniea.
Kapolres Jayapura Kota, AKBP Jermias Rontini dalam keterangan persnya melalui Kasubag Humas, AKP Mince Mayor menyatakan masih mendalami peran kedua warga PNG dalam peredaran ganja di Kota Jayapura.
Minca meyakini salah satu pelaku berinisial MAD merupakan target operasi dalam kasus peredaran ganja di Kota Jayapura.
“ Peran mereka masih kami dalami, namun satu dari kedua pelaku ini kami curigai pemain lama yang sudah menjadi target Satnarkoba Polresta,”kata Mince, Rabu (3/6).
Berdasarkan hasil keterangan awal terhadap kedua pelaku, ungkap Mince, ganja tersebut merupakan pesanan dari seorang warga Jayapura. Ganja yang dikemas dalam 24 bungkus plastic itu dibawa dari Vanimo melalui jalur Distrik Waris, Kabupaten Keerom.
“Pengakuannya ganja ini didatangkan dari Vanimo yang dibawa melalui Waris. Mereka juga mengaku ganja ini titipan dari temanya di Vanimo untuk seorang warga di Jayapura, nah yang kami masih dalami,” ungkapnya.
Mince menambahkan saat ini pihaknya masih menyelidiki pria yang disebut-sebut sebagai penerima ganja di Jayapura. Sedangkan kedua warga PNG dikenai pasal  111 dan pasal 114 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman 20 tahun penjara. 
“Kami masih selidiki siapa yang dimaksud menerima ganja ini di Jayapura. Apakah pria tersebut memang ada atau mereka hanya mengada-ada,” tandas dia. (Syaiful)

Dibaca 1704 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX