OMTOB Tempuh Jalur Hukum Gugatan Ke PTUN Makasar | Pasific Pos.com

| 17 October, 2019 |

Suasana sidang keempat yang digelar pada Jumat (16/3) agenda persidangan adalah mendengarkan saksi-saksi yang diajukan oleh KPUD kabupaten Mimika. Suasana sidang keempat yang digelar pada Jumat (16/3) agenda persidangan adalah mendengarkan saksi-saksi yang diajukan oleh KPUD kabupaten Mimika.

OMTOB Tempuh Jalur Hukum Gugatan Ke PTUN Makasar

Headline Penulis  Minggu, 18 Maret 2018 01:32 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(2 voting)

KPU Mimika tidak dapat membuktikan ijasah Omaleng palsu

 

Makasar, Sengketa pemilihan kepala daerah (Pemilukada) di kabupaten Mimika masih terus bergulir. Beberapa pasangan calon (paslon) yang dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS) tampak menempuh jalur hukum. Demikian juga dengan paslon Eltinus Omaleng - Jhon Rettob (Omtob). Paslon yang dinyatakan TMS ini mengajukan gugatan ke Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTTUN) Makasar. Pada sidang PTUN ini paslon Omtob menggugat KPUD Mimika.

Pada sidang keempat yang digelar pada Jumat (16/3) agenda persidangan adalah mendengarkan saksi-saksi yang diajukan oleh KPUD kabupaten Mimika. Dalam persidangan ini KPUD Mimika menghadirkan empat saksi. Antara lain dua anggota DPRD, satu mantan Ketua KPUD dan satu warga kabupaten Mimika.


Keempat saksi yang diajukan oleh KPUD Mimika ini pada persidangan tampak tak bisa menjawab pertanyaan hakim. "Tak ada yang bisa menjelaskan atau membuktikan bahwa Eltinus omaleng sebagai calon memakai Ijasah palsu," ujar Penasehat Hukum Omtob yang dihubungi melalui telephon sellulernya, Sabtu (17/3).


Sidang ke empat yang di gelar di PTTUN Makassar ini paslon Omtob didampingi pengacarannya Yusril Ihza Mahendra.


Penasehat hukum lebih lanjut mengatakan, KPUD tidak meloloskan berkas pasangan OMTOB karna diduga saat mendaftar menggunakan Ijasah SMP palsu. "Namun pada sidang ketiga kemarin hal ini sudah disanggah oleh saksi dari Dinas Pendidikan Kota Makassar yang diwakili oleh Muskar Yunus S.Pd dan Nurjannah S.Pd. Bahkan KPUD Mimika tidak dapat membuktikan ijasah palsu tersebut," ujar Penasehat Hukum.


Dijelaskannya pula, keabsahan ijasah ini diperkuat oleh putusan peninjauan kembali (PK) Mahkamah Agung yang mengabulkan PK Eltinus Omaleng tentang penggunaan ijazah palsu yang digugat oleh team angket DPRD Kabupaten Mimika.

Dalam persidangan sengketa antara KPUD dan Eltinus Omaleng di Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara juga menghadirkan saksi ahli Prof.Dr.Laica Marsuki. prof. Dr. Laica Marsuki dalam keterangannya mengatakan bahwa ijasah yang dipakai oleh Eltinus Omaleng saat mendaftar sebagai Calon Bupati itu sudah sesuai dan tidak melangar aturan yang berlaku di KPUD.

Pada akhir sidang keempat ini, majelis hakim kembali menanyakan kepada ketua KPUD Mimika Ocepina Magal tentang dukungan kartu tanda penduduk (KTP) tiap kandidat perseorangan yang diloloskan KPUD yang menurut data silon, ketua KPUD Mimika Ocepina Magal tidak dapat menjawab pertanyaan hakim dan cuma diam dan tunduk saja.

Akhirnya sidang diskors dan akan dilanjutkan pada Senin mendatang dengan agenda mendengarkan saksi KPUD dan diagendakan pada Selasa (20/3) sudah putusan.

Adapun perangkat sidang, ketua majelis hakim Dilmar Tatawi SH, anggota H.L. Mustafa Nasution SH. MH dan M. ilham Lubis, SH. MH dengan panitera Rohani SH.

Sementara itu pada Rabu tanggal 14 Maret 2018 telah dilakukan pengecekan dokumen berupa B.1-KWK PERSEORANGAN dari 11 (sebelas) dos yang diserahkan oleh KPUD Mimika pada hari Senin tanggal 12 Maret 2018 kepada ketua Bawaslu Propinsi Papua.

Dari hasil pengecekan masing-masing calon bupati ditemukan hasil sebagai berikut, Pasangan calon bupati dan wakil bupati Hans Magal, SP dan Abdul Muis ST, MM form B1KWK nihil (tidak ada), pasangan Robertus Waropea, SH dan Albert Bolang SH ditemukan 12.010 form B1KWK atau kurang 12.263 untuk memenuhi syarat. Selanjutnya pasangan Wilhelmus Pigai dan Athanasius Allo Rafra SH, M, Si tidak ditemukan form B1KWK. Terakhir pasangan Drs. Petrus Yanwarin dan Alpius Edowai ditemukan 323 form B1KWK atau kurang 21.900

Dibaca 1028 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.