SMPKHM Ancam Gagalkan Pilkada Mimika | Pasific Pos.com

| 18 June, 2019 |

Penyerahan aspirasi dari SMPKHM kepada anggota DPR Papua usai pertemuan dengan ruang Baleg DPRP. Penyerahan aspirasi dari SMPKHM kepada anggota DPR Papua usai pertemuan dengan ruang Baleg DPRP.

SMPKHM Ancam Gagalkan Pilkada Mimika

Headline Penulis  Kamis, 08 Maret 2018 20:46 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

 

"Pemerintah Segera Selesaikan Konflik Mimika dengan Rekonsiliasi"

 

Jayapura, - Sekelompok Mahasiswa yang tergabung dalam Solidaritas Mahasiswa Peduli Konflik Horizontal Mimika (SMPKHM) mendatangi Kantor DPR Papua, Kamis (8/3/18) guna menyampaikan aspirasi tentang permasalahan konflik Mimika yang sampai hari ini menurut mereka belum terselesaikan.

Para Mahasiswa itu disambut baik oleh anggota DPR Papua dari jalur 14 kursi John Gobay dan Yonas Nussy di ruang baleg DPR Papua.


Dalam menyampaikan aspiranya, Nelson Tenbak selaku ketua meminta agar pemerintah segera menyelesaikan konflik horizontal berkepanjangan yang terjadi di Mimika dengan cara rekonsiliasi.


"Rekonsiliasi ini kami memita Pemerintah Provinsi agar memfasilitasi kami untuk membuka ruang dialog dengan semua lembaga terkait juga elemen masyarakat yang ada di Papua," kata Nelson Tenbak.


Selain itu, lanjut Nelson, Pemerintah Provinsi harus membuat satu peraturan daerah (Perda) yang mengatur kalau konflik perang suku terjadi atau lain sebagainya hukum apa yang kita harus lakukan agar ke depan tidak lagi terjadi konflik yang berkepanjangan di Kabupaten Mimika.


"Apabila Pemprov tidak memfasislitasi kami, maka kami akan membuat massa yang lebih besar dan kami akan memboikot dan gagalkan proses Pilkada di Mimika," tandasnya.


Menurutnya, masalah yang terjadi di Mimika adalah masalah kemanusiaan, jadi harus sama-sama menyelesaikannya.


Sementara itu, Anggota DPR Papua, Yonas Nussy mengatakan, terkait dengan aspirasi yang disampaikan oleh mahasiswa pada hari ini merupakan pikiran yang cerdas dan bertanggung jawab terhadap keamanan dan stabilitas di Mimika dan Papua pada umumnya.


"Karena kalau dilihat selama ini konflik yang berkepanjangan di Mimika semua pihak termaksud Pemerintah pusat sudah coba melakukan langkah-langkah untuk menyelaesaikan konflik ini tetapi belum berhasil," ungkap Nussi.


Oleh karena itu lanjut Nussi, mereka mendatangi DPR Papua untuk meminta ada sebuah regulasi penyelesayan konflik Mimika.


Bahkan ungkap Yonas Nussi, mereka meminta ada satu Peraturan daerah (Perda) yang mengatur kalau sampai terjadi lagi konflik bisa dikenakan apa.


"Saya rasa ini adalah maksud baik juga oleh sebab itu aspirasi ini kami terima. Dan sebagai tindak lanjutnya kami akan segera berkoordinasi dengan Kapolda, Pangdam, Pjs Gubernur dan juga MRP agar bersama-sama DPR duduk dan membahas tentang aspirasi ini, " paparnya.


Menyangkut statement mereka akan memboikot Pemilu, kata Yonas Nussi, itu bila aspirasi mereka tidak ditanggapi.


"Jadi saya rasa ini wajar-wajar saja karena mereka merasa konflik ini selalu terjadi, dan ini merupakan momen yang tepat untuk menyelesaikan persoalan Mimika dengan baik," pungkasnya. (TIARA)

Dibaca 959 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX