Kehadiran STIH Diklaim Sudah Menunjang Pembangunan | Pasific Pos.com

| 19 August, 2019 |

Kehadiran STIH Diklaim Sudah Menunjang Pembangunan

Papua Barat Penulis  Senin, 05 Maret 2018 02:09 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Manokwari, TP – Kehadiran Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Manokwari diklaim sudah ikut menunjang pembangunan, khususnya Sumber Daya Manusia (SDM)nya.

“Karena dengan kehadiran mahasiswa dapat membantu serta menunjang pembangunan dalam berbagai sektor di daerah ini khususnya di Manokwari,” jelas Sekda Kabupaten Manokwari, F.M. Lalenoh saat menghadiri pelepasan mahasiswa KKN Manokwari angkatan XXXIV di kampus STIH, Sanggeng, Sabtu (3/3).


Dikatakan Sekda, KKN merupakan salah satu kegiatan yang dapat merekatkan diri dengan masyarakat sebagai bentuk pengabdian dan pemberdayaan masyarakat sesuai konteks Tri Dharma Perguruan Tinggi.


Oleh sebab itu, Sekda Lalenoh mengharapkan, KKN dapat melakukan proses transfer pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh semasa mengikuti perkuliahan sesuai dengan disiplin ilmu yang ditekuni agar dapat memberikan manfaat kepada masyarakat.


"Kegiatan KKN merupakan kesempatan untuk melakukan pembelajaran kepada masyrakat melalui program yang telah disiapkan sesuai dengan dinamika, karakteristik dan perkembangan masyrakat setempat serta menggali potensi yang ada untuk dikembangkan demi kesejahteraan masyarakat,” jelas Lalenoh.


Ketua STIH Manokwari, Filep Wamafma berpesan para peserta KKN dapat menjaga sikap dan perilaku selama di lapangan dan menjaga nama baik almamater.


“Stop mabok-mabok. Kalau ada yang ketahuan panitia akan di skor tahun depan untuk KKN,” tegas Wamafma.


Untuk diketahui, KKN angkatan XXXIV tahun 2018 sebanyak 125 orang terbagi ke 3 wilayah, yakni Kabupaten Manokwari, Kabupaten Manokwari Selatan, dan Kabupaten Teluk Wondama. KKN akan dilaksanakan selama 2 bulan sejak 5 Maret 2018.


Selama di lapangan, para peserta didampingi masing-masing 10 dosen pembimbing. [SDR-R3] 

Dibaca 594 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX