Penjabat Gubernur Papua Mulai Berkantor | Pasific Pos.com

| 19 September, 2019 |

Penjabat Sementara (Pjs) Gubernur Papua Mayjen TNI (Purn) Soerdamo (kedua dari kiri) foto bersama gubernur Papua, Lukas-Enembe dan Mendagri Tjahjo Kumulo usai pelantikan. Penjabat Sementara (Pjs) Gubernur Papua Mayjen TNI (Purn) Soerdamo (kedua dari kiri) foto bersama gubernur Papua, Lukas-Enembe dan Mendagri Tjahjo Kumulo usai pelantikan.

Penjabat Gubernur Papua Mulai Berkantor

Headline Penulis  Selasa, 27 Februari 2018 21:11 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

JAYAPURA,- Penjabat Sementara (Pjs) Gubernur Papua Mayjen TNI (Purn) Soerdamo, mulai hari ini (Rabu-red) berencana mulai melaksanakan tugasnya di Kantor Gubernur Dok II Jayapura.

Asisten III Sekda Provinsi Papua, Elysa Auri yang dikonfirmasi, Selasa kemarin menyampaikan, Penjabat Gubernur Papua, Soedarmo sudah tiba di Jayapura pada Selasa pagi kemarin.


“Gubernur sudah tiba di Jayapura dan hari ini sudah masuk kantor untuk lakukan tugas-tugas Pemerintahan, sehingga tidak ada kekosongan dalam penyelenggaraan Pemerintahan,” ungkapnya.


Dikatakannya, tugas Pjs. Gubernur akan berakhir tangal 9 April mendatang. Setelah itu, akan dilantik kembali sebagai penjabat Gubernur. Pasalnya masa jabatan Bapak Gubernur Lukas Enembe dan Wakil Gubernur Klemen Tinal baru berakhir sampai tanggal 9 April 2018 nanti.


“Jadi intinya setelah tanggal 9 April 2018, Mendagri kembali melantik Mayjen TNI (Purn) Soerdamo sebagai penjabat Gubernur Papua,”terangnya.


Untuk mendukung kinerja Pjs Gubernur Papua, Auri meminta kepala OPD maupun Aparatur Sipil Negara (ASN) yanga ada di Lingkup Pemerintahan Provinsi Papua untuk tetap berkerja maksimal dan menjalankan tugasnya sesuai tupoksinya.


“Mari kita berikan dukungan kepada bapak Pjs. Gubernur, tentunya kita tetap berkerja sesuai aturan yang ada. Yang jelas semua ASN siap memberikan dukungan penuh,”tutur Auri.

Dibaca 1627 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX