Wabup Amirullah Buka Sosialisasi Hak Kekayaan Intelektual | Pasific Pos.com

| 17 September, 2019 |

Wakil Bupati Kabupaten Nabire Amirullah Hasyim, S.IP.,MM Wakil Bupati Kabupaten Nabire Amirullah Hasyim, S.IP.,MM

Wabup Amirullah Buka Sosialisasi Hak Kekayaan Intelektual

Papua Tengah Penulis  Jumat, 23 Februari 2018 14:13 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

NABIRE - Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Papua berkerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Nabire melaksanakan kegiatan Sosialisasi Hak Kekayaan Intelektual bagi masyarakat dan para pelaku usaha di bidang kekayaan intelektual, Kamis (22/2), bertempat di aula DPU Jalan Merdeka Nabire. Kegiatan ini secara resmi dibuka Wakil Bupati Kabupaten Nabire Amirullah Hasyim, S.IP.,MM, ditandai dengan pemukulan tifa.

Bupati Nabire, Isaias Douw, S.Sos.,MAP, dalam sambutan tertulis yang dibacakan Wabup Amirullah mengatakan dalam rangka memperkenalkan peraturan perundang-undangan kekayaan intelektual khususnya terkait hak cipta, yang diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman, sehingga masyarakat pelaku kekayaan intelektual, mendapat perlindungan hak dengan cara mendaftarkan hasil karya ciptanya.


Dikatakan, kekayaan intelektual merupakan hasil karya olah pikir manusia yang dapat berguna dan diterima oleh manusia, secara umum di Papua sangat banyak potensinya, begitu juga secara khusus di Kabupaten Nabire banyak, akan tetapi kita belum tahu mengolahnya untuk mendapatkan manfaatnya, secara ekonomi untuk itu diharapkan melalui kegiatan sosialisasi ini tentunya ada niat bersama untuk menggali potensi kekayaan intelektual yang ada di kabupaten ini.


Dan untuk lebih jelasnya, nanti akan disampaikan oleh narasumber. Perlu diketahui bahwa pada tahun 2017, Pemerintah Daerah Kabupaten Nabire telah mendaftarkan 23 motif batik khas Kabupaten Nabire. Motif batik ini merupakan hasil karya putra-putri terbaik Nabire sebagai pemenang lomba desain batik bagian dari rangkaian acara ulang tahun Kabupaten Nabire.


Pendaftaran motif batik ini sebagai komitmen dari pemerintah daerah untuk memberikan perlindungan hasil karya putra-putri Nabire dan menggali potensi kekayaan intelektual yang ada di daerah ini. “Saya harap kegiatan sosialisasi ini jangan berhenti sampai disini, tetapi dapat ditingkatkan koordinasi dengan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Ham Papua,” pungkasnya. (modes)

Dibaca 1139 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.