Edo Kaize : Sebaiknya Pansus Pilgub Dibubarkan Saja | Pasific Pos.com

| 24 May, 2019 |

Wakil Ketua I DPR Papua, Edoardus Kaize. Wakil Ketua I DPR Papua, Edoardus Kaize.

Edo Kaize : Sebaiknya Pansus Pilgub Dibubarkan Saja

Headline Penulis  Senin, 05 Februari 2018 17:03 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

 

Jayapura,- Wakil Ketua I DPR Papua, Edoardus Kaieze, menegaskan, Panitia Khusus (Pansus) Pemilihan Gubernur (Pilgub) tidak boleh over acting.

Apalagi, kata Edo Kaize panggilan akrabnya, verifikasi sudah dilakukan oleh KPU, sehingga Pansus Pilgub yang ada di DPR itu, tidak boleh lakukan hal yang sama, yang dilakukan oleh KPU karena itu sudah tugas KPU.


“DPR cukup mengetahui hasilnya lalu diteruskan kepada Majelis Rakyat Papua (MRP) untuk MRP melakukan tindakan yang lebih lanjut. Jadi Pansus Pilgub DPR tidak boleh over acting di situ, “ tegas Edo Kaize kepada Pasific Pos lewat via telepon, Jumat (2/2/18).


Bahkan lanjut dia, Pansus Pilgub DPR tidak punya kewenangan untuk menggugurkan salah pasangan calon, karena yang bisa menggugurkan pasangan calon itu ketidaklengkapan berkas-berkas mereka.


“Kuncinya di situ, jadi Pansus DPR tidak punya kewenangan menggugurkan pasangan calon. Yang menggugurkan pasangan calon itu adalah ketidaklengkapan berkas mereka. Itu yang bisa menggugurkan pasangan calon, “ jelasnya.


Menurut legislator Papua ini, karena yang bisa lakukan itu hanyalah KPU, Panwas dan Bawaslu sebagai penyelenggara.


Untuk itu, sebagai Wakil Ketua DPR Papua, ia mengingatkan kepada teman-teman anggota yang ada di Pansus Pilgub, sebaiknya laksanakan tugas sesuai aturan yang ada dan juga kegiatan sesuai aturan.


“Berikanlah kepada KPU atau kepada pihak yang berwenang untuk melakukan verifikasi. Kita ini kan semacam transit saja, jadi hasil verifikasi lewat DPR dan diserahkan kepada MRP. Ya sudah, jalan tembusnya untuk MRP ya harus lewat DPR. Jadi kita itu semacam di jalan layang, sehingga tidak perlu sampai berjuang untuk menggugurkan pasangan calon. Itu tidak boleh, “ tandasnya.


Apalagi kata Edo Kaize, KPU sudah menyatakan bahwa mereka dua memenuhi syarat pencalonan. Sehingga kalau KPU sudah mengeluarkan pernyataan seperti itu, ya sudah kita ikuti saja sesuai aturan yang ada.


Edo pun mengakui, jika dirinya yang memimpin rapat Bamus pada saat pembentukan Pansus.


“Bahkan dalam rapat Bamus saat itu, sudah saya tegaskan bahwa Pansus Pilgub ini bukan Tim sukses. Jadi Pansus tidak boleh bertindak seolah-olah mendukung atau berpihak kepada salah satu calon kandidat, “ ungkapnya.


Untuk itu kata Edoardus Kaize, Pansus harus netral. Kalau sampai ada indikasi berpihak kepada salah satu calon kandidat, itu sudah salah dan sangat tidak dibenarkan.


“Kalau memang Pansus Pilgub DPR ini kerjanya sudah kabur, sebaiknya dibubarkan saja. Tidak usah ngotot melawan aturan, “ ketus Edo.


Menurut Politisi Partai PDI Perjuangan ini, aturan sudah ada, jadi sebaiknya ikut aturan yang ada. Kalau memang tidak bisa ikut aturan yang ada, karena realitanya sudah seperti itu, ya sudah kita berhenti di situ jangan dipaksakan. Karena sudah tidak efektif lagi untuk melakukan penugasan.


“Jadi harus ikut aturan dan sebagai Wakil Ketua DPR Papua dan juga sebagai Wakil Ketua dalam Pansus harus mengingatkan jika kerja mereka itu sudah diluar batas dan keluar dari pada aturan, “ ujar Edo Kaize.


Ia menambahkan, memang saat itu saya yang pimpin rapat Bamus pembentukan Pansus itu, namun saya lihat kerja Pansus ini sudah amburadul dan sudah keluar dari aturan.


“Meskipun saya sebagai Wakil Ketua dalam Pansus Pilgub itu, tapi saya lihat kerja Pansus ini sudah tidak benar, kacau dan amburadul karena sudah keluar dari aturan, “ tutup Edoardus Kaize. (Tiara)

Dibaca 399 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.