Bupati Yapen Tony Tesar Diduga Menggunakan Ijazah Palsu | Pasific Pos.com

| 25 May, 2019 |

Puluhan masyarakat dari kabupaten Kepuluan Yapen yang tergabung dalam Forum peduli kawasan Biak dan spontanitas masyarakat peduli Yapen melakukan aksi demo damai di Kantor DPR Papua, terkait dengan ijazah palsu yang diduga digunakan oleh Bupati Kabupaten Kepulauan Yapen, Tonny Tesar. Puluhan masyarakat dari kabupaten Kepuluan Yapen yang tergabung dalam Forum peduli kawasan Biak dan spontanitas masyarakat peduli Yapen melakukan aksi demo damai di Kantor DPR Papua, terkait dengan ijazah palsu yang diduga digunakan oleh Bupati Kabupaten Kepulauan Yapen, Tonny Tesar.

Bupati Yapen Tony Tesar Diduga Menggunakan Ijazah Palsu

Headline Penulis  Kamis, 01 Februari 2018 21:58 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

"Ketua KPU Yapen Harus Diperiksa Atas Dugaan Pemalsuan Dokumen Ijazah Palsu"

 

Jayapura, - Puluhan masyarakat dari kabupaten Kepuluan Yapen yang tergabung dalam Forum peduli kawasan Biak dan spontanitas masyarakat peduli Yapen melakukan aksi demo damai di Kantor DPR Papua, terkait dengan ijazah palsu yang diduga digunakan oleh Bupati Kabupaten Kepulauan Yapen, Tonny Tesar.

Para pendemo ini menginginkan, agar Ketua KPU Kepulauan Yapen, Moris Muabuay dan Sekretaris KPU, Fredy The segera dipanggil dan diperiksa di Polda Papua atas dugaan pemalsuan dokumen ijazah Bupati Yapen, Tony Tesar.


Untuk itu, pihaknya mendesak Kapolda Papua untuk menindaklanjuti laporan-laporan itu dan segera mengungkap tuntas dugaan pemalsuan dokumen ijazah Bupati Kepulauan Yapen, Tony Tesar dan menerima Ketua KPU Kepulauan Yapen, Morris Muabuay dan Sekrertais Fredy The.


“Sebelumya kami sudah melakukan aksi demo pada tanggal 20 November 2017 di Jakarta di Kemendagri dan Istana Negara, dan keluarlah surat pada tanggal 15 Desember 2017 yang dikeluarkan oleh Dirjen Otda yang merujuk pada identitas palsu yang digunakan oleh Tonny Tesar pada Pilkada serentak 2017 lalu. Jadi Tony Tesar gunakan ijazah palsu, “ ungkap Koordinator KAMPAK wilayah Jakarta, Mikail Rumaropen kepada wartawan usai melakukan aksi demo di halaman Kantor DPR Papua, Kamis (1/2/18).


Mikail Rumaropen menegaskan, KPU Yapen Moris Muabuay seharusnya lebih tahu, jika ijazah bermasalah seharusnya tidak diloloskan sebagai petahana tetapi KPU Yapen harus melakukan evaluasi. Sehingga ke depan, pilkada-pilkada di Papua tidak rawan konflik.


“Kita semua tahu bahwa konflik berkepanjangan ada di Papua. Yang seperti ini harus kita hentikan, sehingga saya berharap bahwa DPRP Provinsi Papua, Polda Papua dan Gubernur Papua harus jujur dalam mengungkap proses hukum yang terjadi di Kabupaten Yapen, “ ujar Mikael.


Apalagi hari ini, lanjut Mikael masyarakat di Kepulauan Yapen menderita sehingga tidak menutup kemungkinan gizi buruk bisa terjadi seperti di Asmat. Bahkan perekonomian di Yapen sudah hancur dan rusak karena dikuasai oleh dinasty Tony Tesar.


“Jadi perekonomian di Yapen itu benar-benar sudah hancur, rusak. Dan masyarakat di Yapen tidak bisa hidup dari infrastruktur yang dibangun oleh Tony Tesar, “ kata Mikael.


Menurutnya, yang perlu dibenahi adalah ekonomi. Karena kalau ekonominya baik berarti masyarakat baik juga sejahtera, dan semua akan baik.


“Tapi kalau masyarakatnya sakit seperti dengan saudara-saudara kita di Asmat, maka hari ini DPR pusing, Gubernur pusing dan Kadis Kesehatan juga pusing. Ini tidak boleh terjadi, “ tandasnya.


Untuk itu, pihaknya mengingatkan agar Kepala Dinas Pendidkan Provinsi Papua harus melakukan evaluasi di seluruh jajaran pendidikan di Tanah Papua, sehingga ke depan tidak ada lagi ijazah palsu ditingkat SD, SMP, SMA hingga keperguruan tinggi.


“Saya tidak mengerti perguruan tinggi di Tanah Papua, pejabat di Provinsi Papua tidak sekolah tapi tinggal telepon, bapak dosen kira-kira biaya berapa, dan itu langsung mendapat nilai A. Itu yang terjadi saat ini. Kami punya investigasi membuktikan hal itu, “ ketusnya.


“Saya berharap teman-teman media tidak pro terhadap kekuasaan di Papua, tetapi harus balance kepada semua, khusunya kepada rakyat. Ada rakyat maka ada pemerintah, “ sambungnya.


Bahkan kata Maikel, pihaknya akan melalui proses hukum dan mengawal hingga kasus ini selesai.


Sementara itu, Ketua Komisi I DPR Papua bidang Pemerintahan, Politik, Hukum dan HAM, Tan Wie Long didampingi Sekretaris Komisi I, Mateha Mamoyau, S. Sos dan beberapa anggoat DPRP dari jalur 14 kursi usai pendemo mengatakan, aspirasi ini akan kami terima dan akan ditindaklanjuti.


“Jadi apa yang tadi menjadi aspirasi kami terima dan akan kami tindaklanjuti kepada pimpinan kami. Tapi kami sudah banyak mendengar apa yang menjadi persoalan di Kepulauan Yapen terkait tentang masalah dugaan penggunaan ijazah palsu ataupun ada perbedaan nama dari yang besangkutan maupun nama dari pada orang tua, “ ujarnya.


Untuk itu tandas Along panggilan akrabnya, pihaknya akan melakukan investigasi dan akan menyampaikan aspirasi ini kepada Ketua DPR, dan mendesak Ketua DPR untuk melakukan investigasi ke Kabupaten Yapen.


“Kami juga akan melakukan investigasi kepada Dinas P dan P sampai pada perguruan tinggi dalam hal ini Uncen. Jadi hal-hal yang berkaitan dengan apa yang sudah diaspirasikan oleh saudara-saudara, itu pasti kami akan tindaklanjuti, “ ujarnya.


Namun, Along berharap kepada masyarakat, setelah menerima aspirasi ini jangan berpikir kalau aspirasi tersebut akan didiamkan atau kami seolah-olah tidak mau tahu dengan masalah ini.


“Aspirasi ini benar-benar menjadi sebuah catatan penting bagi kami untuk bagaimana tindak lanjut demi masyarakat Kabupaten Yapen. Dan kami juga akan lakukan investigasi ke KPU Kabupaten Yapen, “ tandasnya.


Sekretaris Komisi I DPR Papua, Mathea Mamoyau mengatakan, aspirasi ini kami terima dan akan disampaikan kepada Ketua DPR dan kita akan tindaklanjuti apa yang menjadi keluhan dari masyarakat, sehingga bisa hidup, damai dan sejahtera.


“Jadi sebagai wakil rakyat kami siap menerima apa yang menjadi aspirasi semua masyarakat Papua yang datang ke gedung DPR ini atau di rumah rakyat ini, “ ujar Mathea. (TIARA)

Dibaca 1394 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX