Kapolda Papua Pimpin Rapat Satgas Anti Hoax | Pasific Pos.com

| 26 May, 2019 |

Kapolda Papua Irjen Pol Boy Rafli Amar, saat memimpin rapat Satgas Anti Hoax yang dilaksanakan di aula Rupatama Polda Papua, Rabu (31/1/18) pagi. Kapolda Papua Irjen Pol Boy Rafli Amar, saat memimpin rapat Satgas Anti Hoax yang dilaksanakan di aula Rupatama Polda Papua, Rabu (31/1/18) pagi.

Kapolda Papua Pimpin Rapat Satgas Anti Hoax

Headline Penulis  Rabu, 31 Januari 2018 19:50 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

"Dalam Rangka Antisipasi Cyber Crime dan Black Campaign"

 

Jayapura,– Kapolda Papua, Irjen Pol Boy Rafli Amar, secara langsung memimpin rapat Satgas Anti Hoax dalam rangka antisipasi kejahatan dunia maya (Cyber Crime) dan kampanye hitam (Black Campaign) yang dilaksanakan di aula Rupatama Polda Papua, Rabu (31/1/18) pagi.

Dalam rapat tersbebut turut hadir Wakapolda, Irwasda, Dir Reskrimsus, Wadir Intelkam dan anggota Satgas Anti Hoax.


Kapolda Papua dalam rapat tersebut mengungkapkan, pembentukan Satgas Anti Hoax dan Propaganda merupakan bagian dari cipta kondisi dalam rangka menghadapi Pilkada, khususnya menggarap dari sisi aspek media sosial.


“Ini juga, sebagai tindak lanjut dari perintah Kapolri dalam konteks melaksanakan cipta kondisi khusus dunia maya. Disamping ada unsur Humas dan Intel, dalam Satgas Anti Hoax dan Propaganda juga ada unsur penyidik sehingga harus disiapkan mekanisme sistem komunikasi dalam 1 grup,” ujarnya.


Kata Kapolda, apabila ada konten-konten yang perlu ditindaklanjuti dengan penegakan hukum maka itu sudah harus otomatis ditindaklanjuti dengan melakukan lidik sidik, counter isu, deseminasi informasi propaganda maupun anti propaganda tanpa harus menunggu Laporan Polisi.


“Dunia maya bisa bersifat mendeseminasi atau melakukan penindakan hukum dan upaya pembangunan opini sehingga dalam Satgas Anti Hoax dan Propaganda ada unsur penyidik, Humas dan Intel,” ujarnya.


Lanjut Kapolda Apabila ditarik kebijakan Kapolri tentang Manajemen Media, khusus menggarap tentang media sosial, mulai dari internet patrol, melihat isu-isu di dunia maya yang menyinggung Papua apakah berkaitan dengan Pilkada, NKRI atau menyudutkan pemerintah pusat. Tugas kita jangan sampai ada pemanfaatan dunia maya untuk melakukan penyerangan kepada negara atau pemerintah, apalagi dengan cara-cara menyebar isu, menghasut dan mengadu domba karena bisa menimbulkan kondisi yang tidak bagus.


“Dalam kondisi ini kita dapat memastikan dunia maya dalam kondisi kondusif, bahkan dunia maya harus bisa kita kendalikan dan memberikan sebuah efek yang kondusif untuk Papua. Kasatgas silahkan kendalikan seperti apa mekanisme dalam konteks internet patrolnya, bagaimana produk-produk yang kita buat dalam melaksanakan anti propaganda termasuk melakukan counter isu,” jelasnya.


Sementara itu kata Kapolda, Berkaitan dengan masalah hasil-hasil pembangunan di Papua yang konteksnya merupakan hal yang sukses harus kita bantu untuk diviralkan, agar orang Papua dapat kita yakinkan bahwa di era OTSUS pembangunan berjalan dengan baik dan ada keberpihakan kepada orang Papua.


“Yang negatif harus kita counter. Saat ini isu Asmat terkait masalah kesehatan untuk menyudutkan pemerintah. Counter dengan kehadiran negara dalam memberikan pelayanan di bidang kesehatan dan ini bisa menjadi hal yang positif bagi mereka yang melihat tentang Papua. Jangan sampai Papua dikatakan tertinggal, tidak ada dampak yang bagus terhadap hasil pembangunan di era OTSUS dan yang ada hanya menyudutkan,” tuturnya.

Dibaca 671 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.