9 Warga Papua Diperiksa Terkait Investasi Wondermind | Pasific Pos.com

| 23 August, 2019 |

9 Warga Papua Diperiksa Terkait Investasi Wondermind

Beri rating artikel ini
(0 voting)

Jayapura,- Penyidik Direktorat Reserse dan Kriminal Khusus Polda Papua memeriksa 9 warga Papua yang menjadi saksi korban kasus investasi online Wondermind berskema Phonzi atau Piramid yang dijalankan Gurnani Gunawan.
Kabid Humas Polda Papua, Komisaris Besar Polisi Patrige menyebutkan pemeriksaan terhadap 9 orang korban dilakukan secara bertahap. Dimana satu orang korban baru melakukan pelaporan ke Polda Papua, setelah 8 orang korban sebelumnya. 
 “Kemaren sudah ada 8 orang yang melapor dan mereka dimintai keterangannya sebagai saksi korban. 1 orang lagi baru melakukan pelaporan tadi, sehingga totalnya ada 9 orang warga Papua yang ikut dalam investasi Wondermind,” ungkap Patrige, Selasa (19/5).
Polda mengakui sejauh ini pihaknya belum mengetahui jumlah kerugiaan pasti dari 9 orang korban di Papua. Sebab, ada sebagian pelapor yang mengaku baru menyetor sejumlah uang sebesar Rp 30 juta, namun ada yang lebih.
Berdasarkan data yang ada, beber Patrige, jumlah nasabah secara nasional dalam investasi Wondemind mencapai 7000-an nasabah. “Kami masih memilah – milah mana nasabah dari Papua dan mana nasabah yang dari daerah lain,  ini yang sulit.  Sebab, dalam skema ini tidak ada alamat lengkap, dan hanya menggunakan kode account,” terangnya.
Lebih mengejutkan lagi, dari hasil pemeriksaan tersangka GG mengaku menjalankan usaha investasi Wondermind seorang diri dengan menggunakan 3 unit ponsel genggamnya.  “Saya pikir dalam menjalankan usaha ini GG ada yang membantu, tapi sampai saat ini kami sendiri belum mengetahui tingkat kerjasamanya. Sebab kami baru cari barang bukti bagaimana transaksinya, dan pengakuannya dia mengendalikan lewat 3 Hp ini,”katanya.
Patrige mengumumkan terkait kasus ini pihaknya telah menyita 19 buah ATM milik tersangka GG dari beberapa Bank, 26 Kredit Card, 5 buku tabungan, serta 3 HP milik GG.  Sedangkan untuk penyitaan asset seperti 3 unit pesawat dan 1 apertemen baru tahap Police Line, agar asset itu tidak dipindah tangankan.
Polda Papua kembali mempertegas investasi yang dijalan tersangka GG dilarang sebagaimana diatur dalam pasal 106 UU nomor 7 tahun 2014 tentang perdagangan. “Singkat cerita, investasi ini tidak memiliki ijin penjualan langsung, kemudian pihak badan kordinasi penanaman modal memberikan pernyataan bahwa usaha yang dilakukan oleh GG ini jelas merupakan sitem usaha berupa Piramida,” ungkap Patrige. (Syaiful)

Dibaca 1624 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX