Gubernur Minta Data Valid Soal KLB Asmat | Pasific Pos.com

| 23 August, 2019 |

Gubernur Papua, Lukas Enembe. Gubernur Papua, Lukas Enembe.

Gubernur Minta Data Valid Soal KLB Asmat

Headline Penulis  Rabu, 17 Januari 2018 18:31 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

JAYAPURA,- Gubernur Papua Lukas Enembe mengaku, telah memerintahkan Dinas Kesehatan menurunkan tim untuk melakukan pendataan terhadap korban meninggal akibat wabah campak dan gizi buruk yang menyerang tiga Distrik di Kabupaten Asmat.

“saya mau data valid mengenai 58 anak yang dinyatakan meninggal akibat wabah campak di kabupaten Asmat, kata Gubernur Lukas Enembe kepada wartawan, di Jayapura, Rabu (17/1/2018).


Menurutnya, pendataan ini dirasa penting guna memastikan data korban meninggal dan mencegah terjadinya kesimpangsiuran data yang selama ini terlanjur dipublikasikan oleh berbagai pihak.


Dikatakan Gubernur, salah satu kendala yang dihadapi pemerintah dalam rangka pemberian pelayanan kesehatan bagi warga setempat adalah kebiasaan hidup mereka yang suka berpindah pindah dari satu tempat ke tempat yang lain. Apalagi, mereka hidup di pinggiran sungai yang lebih memudahkan akses mereka untuk berpindah tempat.


“Kita berharap ke depan tidak terjadi lagi kasus seperti ini. Sebenarnya kasus kematian anak akibat wabah penyakit bukan baru kali pertama terjadi di Papua. Di beberapa kabupaten lainnya juga pernah terjadi kasus seperti ini seperti di kabupaten Nduga, Dogiyai, Deyai. Jadi saya minta tolong jangan dikaitkan dengan masalah politik, karena memang kondisi Papua seperti ini,” ujarnya.


Diakui Gubernur, pihaknya tidak bisa berbuat banyak, karena sebenarnya dana kesehatan paling besar dikirim ke Kabupaten baik melalui Dana Otsus, dana DAK dan dana lainnya dari pemerintah pusat seperti Bantuan Operasinal Kesehatan (BOK). Meski begitu pihaknya melalui program Gerbang Mas Hasrat Papua, program 1000 hari kehidupan, Kartu Papua Sehat (KPS) juga telah diberikan ke setiap Kabupaten termasuk Asmat Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan, Drg. Aloysius Giyai mengungkapkan, pihaknya telah menurunkan tim medis yang terdiri dari dokter dan perawat ke daerah yang terkena wabah.


Selain itu juga telah dikirimkan logistik berupa makanan tambahan seperti bubur instan dan susu, obat obatan, termasuk obat untuk imunisasi, “ semuanya lengkap yang kita bawa kesana,” ujar Aloysius.


Dikatakan, pendataan korban meninggal mencakup nama, jenis kelamin, umur, nama orang tua, serta alamat. “Kita mau melihat langsung kondisi di lapangan dan melakukan pendataan sebab SOPnya seperti itu. Kematian itu harus dibuktikan, tidak bisa hanya berdasarkan pernyataan sejumlah pihak.


Oleh karena itu selama ini kita tidak tanggapi, kalau ada pernyataan pernyataan sejumlah pihak, kita harus buktikan dulu. Dua hari setelah tim turun, maka kita akan evaluasi untuk mengambil langkah langkah selanjutnya,” bebernya.


Aloysius menegaskan, di era kepemimpinan Gubernur Lukas Enembe sudah banyak program yang dilakukan dalam rangka peningkatan taraf kesehatan masyarakat Papua. Baik melalui program Gerbang Mas Hasrat Papua, pemberian KPS, Dana Pelayanan Kesehatan Dasar, ditambah lagi dana APBD daerah Asmat yang menurut Aloysius jika dimanfaatkan dengan baik setidaknya bisa meminimalisir kejadian seperti ini.


“Untuk kabupaten Asmat dari Provinsi saja untuk kesehatan pada 2017 sudah Rp 60 miliar, belum lagi dana APBD daerah yang harusnya kalau dimanfaatkan ini baik paling tidak dapat meminimalisir kejadian seperti ini,” tukasnya.


Aloysius tidak menampik bahwa memang benar ada kematian anak di tiga distrik tersebut. Ditanya apakah karena tidak adanya petugas kesehatan yang siaga di tempat sehingga kasus ini tidak tertangani cepat? Aloysius mengakui hal itu. Dia juga menyesalkan sikap pemerintah setempat yang tidak cepat tanggap melakukan pencegahan.


“Saya juga heran kenapa bisa terjadi seperti itu, padahal kami dari dinas kesehatan provinsi sudah rutin menggelar pelatihan Workshop, pembekalan bagi tenaga kesehatan. Bahkan kami baru pulang dari Asmat dan memang sudah memprediksi bahwa akan terjadi lagi kasus seperti ini,” herannya.


“Seharusnya pemerintah daerah Asmat baik dari Bupati, Kepala Dinas, Puskesmas, Kepala Kampung harus koordinasi baik apalagi ada kejadian seperti ini, harusnya segera berkoordinasi dengan dinas kesehatan provinsi,” katanya.

Dibaca 762 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.