Kadepa : Balita dan Anak Terserang Penyakit di Asmat, Bupatinya Kemana? | Pasific Pos.com

| 25 May, 2019 |

Anggota DPR Papua, Laurenzus Kadepa. Anggota DPR Papua, Laurenzus Kadepa.

Kadepa : Balita dan Anak Terserang Penyakit di Asmat, Bupatinya Kemana?

Headline Penulis  Selasa, 16 Januari 2018 22:03 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

"Jangan Kaitkan Masalah Asmat Dengan Pilkada"

 

 

Jayapura, - Penyakit Campak dan Gizi Buruk di Kabupaten Asmat yang membuat puluhan anak dan balita meninggal dunia dan puluhan lainnya dirawat di rumah sakit, kini menjadi perhatian serius Anggota DPR Papua, Laurenzus Kadepa.

Bahkan, legislator Papua ini mempertanyakan kinerja Bupati Asmat, karena harusnya dia yang lebih tahu kondisi masyarakatnya dan letak geografisnya. Sehingga dia harusnya sangat memahami.

"Asmat inikan sudah dimekarkan, sehingga bupati harus berkomitmen untuk bekerja melayani masyarakat dan harus selalu ada di tempat, jangan terus-terus ke luar daerah jika tidak ada hal penting, " kata Laurenzus Kadepa ketika ditemui Pasific Pos di ruang kerjanya, Selasa (16/1/18) sore.

Menurut Kadepa, bupati seharusnya berada di tempat dengan meskipun dengan APBD hanya sedikit, tapi anggaran yang ada harus dimaksimalkan. Kelemahannya dimana harus berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi dan Pusat.

"Apa yang bupati pikir dan setiap hari dia bikin apa. Bekerja untuk siapa. Memang dana minim, tapi itu harus dimanfaatkan dengan baik demi kesejahteraan masyarakat setempat, “ ujarnya.

Namun kata Kadepa, semua itu kembali lagi kepada kemauan kepala daerah dalam hal ini Bupatinya.

“Saya juga tidak tahu para Bupati ini setiap hari mereka bikin apa. Apakah setiap hari mereka berpikir untuk bagaimana periode ini habis, dan selanjutnya berpikir untuk mencalonkan diri kembali, lalu anggaran yang ada diinvestasi yang tujuannya untuk beli-beli Partai, sehingga hak-hak masyarakat dipangkas-pangkas untuk membeli partai, “ ketus Kadepa.

Politisi Partai NasDem ini prihatin dengan kinerja para Bupati terutama yang daerahnya pernah ada masalah misalnya Asmat, Yahukimo, Nduga, Deiyai, Paniai dan Timika.

"Saya lihat, pemerintah pusat, pemprov, pemkab, hingga NGO (Non-governmental organization), hingga kini belum ada perubahan. Nanti ada kejadian baru kocar kacir untuk bertindak. Seharusnya ini sudah diantisipasi sehingga bisa dihindari," kata Kadepa.

Seharusnya tandas Kadepa, sebelum ada korban, dilakukan pencegahan. Ke depan jangan tunggu korban dulu baru kita betindak. Ini yang harus dipahami semua pemangku kepentingan dari pusat hingga kabupaten.

Bahkan, Laurenzus Kadepa juga mengingatkan agar kasus Asmat ini tidak dijadikan komoditi politik karena ini murni masalah kemanusiaan.

"Jangan kaitkan masalah Asmat dengan Pilkada. Ini murni masalah kemanusiaan. Jadi siapapun yang punya hati baik pemprov, pemerintah pusat, jangan menggunakan ini sebagai alat politik dalam tahun politik ini," kata Kadepa mengingatkan.

Meskipun tambah Kadepa, dana minim tapi dipakai dengan hikmat untuk bagaiamana dikelolah dana itu demi masyarakat.

“Harus koordinasi dengan provinsi dan bangun hubungan kerja. Jangan hanya pintar-pintar bangun hubungan kerja hanya untuk mendapatkan Partai. Jadi untuk selamatkan masyarakat jangan setengah-setengah, segera lakukan komunikasi dengan Gubernur, DPRP, juga dengan Dinas terkait bahkan bila perlu koordinasi dengan Presiden. Jadi saya lihat di sini Bupatinya yang kurang koordinasi, “ pungkasnya.

Namun Laurenzus Kadepa berterima kasih karena Kodam, Polda dan Presiden sudah mengirim tim, dan Dinkes Papua juga akan melakukan hal yang sama untuk menangani campak dan gizi buruk di Kabupaten Asmat. (TIARA)

Dibaca 943 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.