JWW-HMS Resmi Deklarasi diri Maju Pilgub Papua | Pasific Pos.com

| 24 May, 2019 |

Pasangan Bakal Calon Gubernur dan Wakil Gubernur, John Wempi Wetipo (JWW) dan Habel Melkias Suwae secara resmi mendeklarasikan diri maju pada Pilgub tahun 2018 dihadapan puluhan ribu masyarakat di wilayah Pegunungan Papua di Lapangan Pendidikan, Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua, Senin (8/1/18). Pasangan Bakal Calon Gubernur dan Wakil Gubernur, John Wempi Wetipo (JWW) dan Habel Melkias Suwae secara resmi mendeklarasikan diri maju pada Pilgub tahun 2018 dihadapan puluhan ribu masyarakat di wilayah Pegunungan Papua di Lapangan Pendidikan, Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua, Senin (8/1/18).

JWW-HMS Resmi Deklarasi diri Maju Pilgub Papua

Headline Penulis  Senin, 08 Januari 2018 21:31 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(1 Voting)

JAYAPURA, - Pasangan Bakal Calon Gubernur dan Wakil Gubernur, John Wempi Wetipo (JWW) dan Habel Melkias Suwae secara resmi mendeklarasikan diri maju pada Pilgub tahun 2018 dihadapan puluhan ribu masyarakat di wilayah Pegunungan Papua di Lapangan Pendidikan, Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua, Senin (8/1/18).

Deklarasi secara resmi diumumkan dengan ditandai oleh pembacaan naskah dan pelepasan balon ke udara, juga dibarengi dengan tradisi bakar batu yang menghabiskan 500 ekor babi.


Deklarasi tersebut dihadiri Ketua Badan Kehormatan DPP PDI Perjuangan, Komarudin Watubun, anggota Fraksi PDI Perjuangan di DPR RI, Mindo Sianipar, pengurus DPD Partai Gerindra yang dipimpin Natan Pahabol, Wakil Bupati Merauke Sularso, serta seluruh pengurus DPW Partai Perindo.


Ketua DPD PDI P Provinsi Papua Eduardus Kaize yang mewakili partai koalisi PDI P, Gerindra, PBB dan Perindo membacakan naskah deklarasi telah menyatakan Pasangan bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur Papua 2018-2023 atas nama JWW dan HMS di hadapan Tuhan dan disaksikan oleh seluruh masyarakat Papua.


"Kami hari ini bertekad bersama untuk menangkan JWW dan HMS pada pemilihan 27 Juni 2018. Saya perintahkan kepada seluruh DPC di seluruh Papua untuk bekerja bersama mendukung dan mensukseskan Pilgub yaitu dengan memilih dan memberi dukungan kepada JWW dan HMS. Jadi sudah jelas kami tidak ada dimana-mana dan satu komando disini," ujar Kaize.


Sementara Ketua DPP Bidang Kehormatan PDI P Komarudin Watubun dalam pidato politiknya mengatakan,

Wamena adalah jantungnya Tanah Papua yang jika berhenti maka demikian juga dengan seluruh Papua. Untuk itu dirinya mengajak semua rakyat untuk memohon restu kepada Tuhan dan leluhur, dimana JWW merupakan anak asli lembah baliem.


"Megawati berpesan sampaikan salam sayang untuk mereka yang di Papua dan saya titipkan JWW dan Habel untuk menjadi pemimpin di Papua. Presiden pun menyampaikan yang sama kepada JWW dan rakyat di Wamena," tuturnya.


Komarudin juga menekankan, bahwa saat ini rakyat membutuhkan perubahan di atas Tanah Papua. Untuk itu, dirinya menunjuk pasangan JWW dan HMS adalah pasangan yang tepat dengan mengusung tema Papua Cerdas.


"Kata Papua Cerdas jangan hanya jadi slogan tapi harus direalisasikan. Oleh karena itu kita harus mencari pemimpin yang benar dan bukan hanya Gubernur. Karena semua orang bisa jadi Gubernur dengan beli suara dan beli partai. Ciri pemimpin adalah dia harus jadi pelayan bagi seluruh rakyat tanpa pandang bulu," ujarnya.


Pasangan JWW dan HMS juga lanjut dia, merupakan pasangan yang memiliki jejak rekam bersih dari korupsi dan juga menjadi sumber inspirasi terlaksananya Festival Lembah Baliem dan Festival Danau Sentani.


Meski begitu dirinya mengimbau bahwa Pilkada nanti harus dijadikan momentum mempererat persaudaraan dan menjadikan demokrasi untuk membangun peradaban cerdas di Tanah Papua.


"Kekuasaan itu dibatasi oleh waktu 5-10 tahun, tapi persaudaraan itu kekal adanya. Jadi relawan itu tidak perlu baku hantam banyak di medsos. Demokrasi itu membangun peradaban cerdas di Tanah Papua. Dan kita salah besar kalau mengikutkan satu calon, makanya kita harus membuka ruang demokrasi. Kita yang berkumpul disini satu tekad akan menjadikan JWW-HMS sebagai pemenang," pungkasnya

 

Sementara itu hadapan masyarakat, John Wempi Wetipo menceritakan pertemuannya dengan Ketua DPP Partai Gerindra, Prabowo Subianto, pada tanggal 29 September 2017, situasi politik PDI Perjuangan dengan Gerindra di pusat tidak pernah sejalan.


Akan tetapi, Prabowo menjatuhkan dukungannya kepada JWW-HMS, dengan keyakinan mereka berdua bisa membawa perubahan baru bagi Indonesia.

 

“Beliau sampaikan, matahari terbit dari wilayah Timur Indonesia. Sehingga Bapak Prabowo tak keberatan memberikan dukungannya kepada kami, yang berkoalisi dengan PDI Perjuangan. Titipan beliau hanya satu, mereka berharap kami bisa menjadi agen perubahan dan alat permesatu bangsa,” kata Wempi.


Wempi yang saat ini masih aktif menjabat sebagai Bupati Jayawijaya menjelaskan, proses politik yang ia lalui, adalah bagian dari pendidikan. Dimana seperti anak sekolah ketika tamat SD, akan melanjutkan pendidikannya ke jenjang SMP, SMA hingga perkuliahan.


“Sebentar lagi saya akan tamat dari sekolah di tingkat Kabupaten, dengan jabatan sebagai Bupati. Maka dari itu, saya maju sebagai calon Gubernur Papua. Inipun saya lakukan, lantaran saya tak melihat banyak perubahan atas pembangunan yang dapat mensejahterakan masyarakat di Papua,” tegasnya.


Wempi juga menjelaskan, banyak orang yang menceritakan tentang pilihannya menggandeng Habel Melkias Suwae sebagai wakilnya, yang mana pernah menjadi lawan politiknya, ketika ia dipercaya sebagai Ketua Pemenangan di wilayah Pegunungan Tengah Papua, saat Lukas Enembe-Klemen Tinal menang telak di wilayah tersebut.


“Ini adalah dosa yang harus saya tebus. Kurang lebih 4 tahun lalu, saya berhasil menggagalkan bapak HMS saat meju sebagai calon Gubernur Papua. Yang membuat saya kecewa, yakni orang yang saya percaya memimpin Papua tak memberikan dampak besar bagi masyarakat. Maka dari itu, saya bersama HMS pada Pilgub 2018 ini, ingin mensejaterakan masyarakat melalui konsep visi misi “Papua Cerdas”,” paparnya.


Duet wilayah Pegunungan dengan Pesisir Pantai Papua, ungkap Wempi, dipercaya olehnya dapat merubah diskriminasi di antara orang Papua, yaitu orang Pesisir dan orang Gunung, termasuk istilah orang Papua dan orang pendatang..


“Kedepan tak boleh lagi ada istilah dikotomi antara orang Papua dan Pendatang termasuk orang Pantai dan orang Gunung. Tapi, kita harus bersatu dan mengatakan, kita, dia dan mereka adalah orang Papua dan Indonesia,” ujarnya.


Walau JOSHUA hanya di dukung oleh dua partai dan petahana yang menjadi lawannya memiliki 10 partai pendukung, tak membuat mereka berdua gentar. “Kami hanya dua partai ditabah Perindo, tetapi kami memiliki pasukan atau penumpangnya yang hebat-hebat,” tegasnya.


Bakal Calon Wakil Gubernur Papua, Habel Melkias Suwae mengungkapkan, deklarasi JOSHUA (JWW-HMS) di Kota Wamena, jantungnya Papua ini merupakam sejarah besar bagi dua partai besar di Indonesia.

Habel yang pernah menjabat dua periode menjabat Bupati Jayapura itu menjelaskan hal yang sama tentang pinangan yang diterimanya dari JWW, lantaran masih ingin menyumbangkan, tenaga, ide, pikiran dan gagasan membangun Papua.


“Semua orang di Papua ini tau, kalau dulu kami tak saling berhadapan. Tetapi, perbedaan itu hari ini telah berakhir, sebab kami menjadikannya sebagai alat pemersatu demi kepentingan masyarakat Papua,” lugasnya.


Ketua DPW Partai Perindo di Papua itu menyampaikan, rasa haru yang tak terhingga, ketika John Wempi Wetipo mengungkapkan kepada keluarga, partai pengusung bahwa ia kini menjadi bagian hidupnya.


“Ketika tadi kami dijamu dikediaman bapak Wempi, beliau sampaikan HMS adalah bagian dari hidup JWW. Sebagai keluarga dari masyarakat di lembah ini, dengan kerendahan hati sata ucapkan terima kasih,” pungkasnya.


Melalui konsep pembangunan “Papua Cerdas” yang sudah dua tahun belakangan ini di dengungkan Wempi, lanjut Habel, ia berkeyakinan Papua kedepannya akan lebih maju, khususnya memberdayakan masyarakat dan sumber daya alam yang ada.


“Sudah waktunya untuk kita bersatu, jangan lagi katakan siapa kamu, siapa kami, tetapi kau, kami dan kita, bersama-sama membangun Papua ini dengan baik. Apalagi, seluruh suku bangsa ada di Indoenesia dari Sabang-Merauke, jadi tak boleh lagi ada ada perbedaan diantara kita,” ungkap pria yang pernah mendapat gelar bapak pemberdayaan masyarakat kampung ketika menjabat Bupati di Jayapura.

Dibaca 1146 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.