Kadepa : Kasus Nduga Menjadi Perhatian DPR Papua | Pasific Pos.com

| 23 July, 2019 |

Anggota Komisi I DPR Papua, Laurenzus Kadepa. Anggota Komisi I DPR Papua, Laurenzus Kadepa.

Kadepa : Kasus Nduga Menjadi Perhatian DPR Papua

Headline Penulis  Senin, 08 Januari 2018 01:58 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

"Ke Depan Apapun Yang Dikerjakan TNI Polri Masyarakat Tidak Akan Percaya Lagi"

 

Jayapura, - Kasus meninggalnya seorang pemuda di Kabupaten Nduga di awal tahun akibat dianiaya oleh oknum TNI, menjadi perhatian bagi Anggota Komisi I DPR Papua bidang Pemerintahan, Politik, Hukum dan HAM, Laurenzus Kadepa.

Bahkan kata legislator Papua ini, dikhawatirkan kasus Nduga menjadi yang paling buruk di Papua tahun ini.

“Saya khawatir tahun ini banyak kejadian, apalagi ini tahun politik. Di awal tahun saja sudah seperti ini, apalagi nanti. Jadi saya minta masyarakat Papua harus waspada. Kepada semua institusi negara, harap dapat mengendalikan diri," tegas Kadepa ketika dihubungi lewat via telepon, Sabtu (6/1/18).

Menurut Kadepa, tidak menutup kemungkikan, ke depan akan banyak lagi darah masyarakat sipil Papua yang tumpah.

Apalagi lanjut Kadepa, ini sama seperti kejadian lain di Papua, dan dalam kasus Nduga juga ada perbedaan kronologis antara pihak Kodam dengan masyarakat.

“Kodam menyatakan, karena penyerangan, sedangkan masyarakat menyampaikan hal sebaliknya, jadi yang benar yang mana. Tapi saya turut berbelasungkawa terhadap korban, “ ujarnya.

Apalagi kata Kadepa, perbedaan kronologis Kodam dan masyarakat, itu sudah sering terjadi, sehingga bukan hal baru.

Kadepa menambahkan, sejak dulu semua kasus yang melibatkan oknum TNI-Polri, kronologisnya selalu berbeda. Dimana kronologi versi Kepolisian dan TNI, sangat berbeda dengan laporan masyarakat atau saksi.

"Jadi saya pikir, ke depan apapun yang dikerjakan, masyarakat tidak akan percaya lagi. Ini masalah kepercayaan. Saya pesimis, kasus ini dapat dituntaskan,” ketus Laurenzus Kadepa. (TIARA)

Dibaca 1102 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX