Anggaran Infrastruktur PON 2018 Rp 1.3 Triliun | Pasific Pos.com

| 27 May, 2019 |

Nampak proses pembangunan Stadion Utama Papua Bangkit di Kampung Harapan Sentani, kabupaten Jayapura. Nampak proses pembangunan Stadion Utama Papua Bangkit di Kampung Harapan Sentani, kabupaten Jayapura.

Anggaran Infrastruktur PON 2018 Rp 1.3 Triliun

Headline Penulis  Minggu, 17 Desember 2017 15:58 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

JAYAPURA,- Pemerintah Provinsi Papua mengebut pembangunan infrastruktur Pekan Olahraga Nasional (PON) XX tahun 2020. Dalam proyeksi anggaran tahun 2018. Pembangunan infrastruktur secara konsisten memang menjadi fokus pemerintah.

Dimana, anggaran pembangunan infrastruktur mencapai Rp 1.3 triliun. Demikian disampaikan Kepala Bappeda Papua, M. Musa’ad kepada wartawan di Jayapura, Sabtu (16/12/2017).

Anggaran pembangunan infrastruktur itu untuk melanjutkan pembangunan stadion utama di kampung Harapan, Sentani Jayapura maupun venue lainnya. Jadi, sesuai target Stadion Utama di Kampung Harapan Sentani selesai Desember 2018,” ujar Musa’ad.

Menurutnya, sesuai dengan hasil Rapat Terbatas (Ratas) dengan presiden, Pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) punya tanggung jawab membangun lima venue, yakni venue Aquantik, Istora Papua Bangkit dan kolam renang lapangan hockey dan venue kriket.

Bahkan, Kementerian PUPR pun siap membantu Pemerintah Provinsi Papua dalam membanguan sarana lain, seperti wisma atlet, jalan maupun air bersih.

Terkait dengan keterlibatan Satuan Kerja Perangkta Daerah (SKPD) dalam mendukung PON XX, Musa’ad mengaku bahwa plafon anggarannya belum bisa diketahui.

Sebab, masih menunggu Dinas Olahraga dan Pemuda (Disorda) untuk menyelesaian masterplan penyelenggaraan PON.

“Kami harapkan Disorda segera menyelesaikan masterplan penyelenggaraan, sehingga bisa kita ketahui berapa besar anggaran untuk SKPD yang terlibat dalam pelaksanaan PON nanti,” ujarnya.

Sebab, tanpa masterplan tentu SKPD tidak bisa bekerja. Seperti Dinas Perhubungan, berapa kebutuhan bis per klaster maupun kebutuhan konsumsi dan lainnya.

“jadi, tahun 2019 baru kita fokuskan anggaran untuk SKPD yang terlibat dalam penyelenggaraan PON. Karena tahun 2018 lebih fokus untuk pembangunan venue termasuk venue yang akan di rehap,” tutupnya.

Dibaca 1349 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.