Jurnalis Asing Harus Terdaftar di Kepolisian Papua | Pasific Pos.com

| 22 July, 2019 |

Jurnalis Asing Harus Terdaftar di Kepolisian Papua

Beri rating artikel ini
(0 voting)

Jayapura,- Kepala Kepolisian Daerah Papua, Inspektur Jenderal Polisi Yotje Mende mendukung kebijakan Presiden Joko Widodo dalam memberi kebebasan Pers bagi jurnalis asing yang hendak melakukan peliputan di Papua.
”Saya mendukung kebijakan Presiden yang membuka kebebasan pers untuk wartawan asing di Papua. Namun, saya harap masuknya wartawan asing di Papua harus dengan ketentuan yang dikeluarkan pihak Kantor Imigrasi maupun Pemerintah Daerah,” tegas Yotje usai memimpin serahterima jabatan Kapolres Keerom dan Paniai di Aula Rastasamara, Selasa (12/5).
Kapolda juga menyatakan keterbukaan terhadap jurnalis asing dengan syarat harus terdaftar di kepolisian, sebelum melakukan tugas jurnalistik di Papua. Menurutnya, hal itu bertujuan agar kegiatan jurnalis asing dapat terpantau oleh kepolisian.
 “Kami ingin wartawan asing yang masuk ke Papua harus terdaftar, sehingga ketika terjadi suatu hal tidak diinginkan, wartawan asing itu sudah teridentifikasi. Sebab meskipun Papua sudah damai, masih ada permasalahan-permasalahan kompleks dan menjadi tanggung jawab Polri,” kata Yotje.
Direktur Eksekutif Lembaga Penelitian, Pengkajian dan Pengembangan Bantuan Hukum (LP3BH) Manokwari, Yan Christian Warinussy berpandangan seruan Presiden Jokowi untuk membuka akses bagi kehadiran jurnalis asing, pekerja kemanusiaan dan lembaga hak asasi manusia internasional serta pemberlakukan kebijakan demiliterisasi di Tanah Papua akan makin mempercepat upaya ke arah terciptanya perdamaian di Bumi Cenderawasih ini ke depan. (Syaiful)

Dibaca 468 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX