Pencairan ADD Tahap Dua Tidak Terealisasi | Pasific Pos.com

| 7 December, 2019 |

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung Kabupaten Merauke, Kleopas Ndiken. (foto:Mel) Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung Kabupaten Merauke, Kleopas Ndiken. (foto:Mel)

Pencairan ADD Tahap Dua Tidak Terealisasi

Papua Selatan Penulis  Senin, 11 Desember 2017 21:33 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

MERAUKE,ARAFURA,- Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung Kabupaten Merauke, Kleopas Ndiken mengatakan pencairan tahap kedua Alokasi Dana Desa (ADD) sebesar 40 persen tidak dapat dicairkan. Pasalnya, dari 131 kampung hanya 23 kampung yang telah menyelesaikan laporan pertanggungjawaban sehingga tidak dapat dilakukan pencairan tahap kedua.

Dijelaskan, penyaluran dana desa dibagi menjadi dua tahap. Tahap pertama disalurkan sebanyak 60 persen, sedangkan tahap kedua sebesar 40 persen. Untuk Tanggal 4 Desember 2017 lalu sudah closing laporan pertanggungjawaban. “Sebanyak 131 kampung merealisasikan tahap pertama, tetapi pertanggungjawaban belum disampaikan sehingga tidak bisa melakukan pencairan tahap kedua,” terangnya kepada wartawan di Kanol Sai LPP RRI, Sabtu (9/12/17).

Menurut peraturan, setidaknya 75 persen dari alokasi jumlah kampung yang ada melakukan pertanggungjawaban SPJ terhadap pencairan tahap pertama baru disalurkan 40 persen tahap kedua.  Ditambahkan, dari pengalaman yang terjadi, semua pihak baik SKPD, distrik dan pemangku kepentingan mempunyai tanggung jawab dan tugas untuk bagaimana memberikan masukan dan semangat ke kampung untuk terus berbenah diri sesuai dengan regulasi yang berjalan dan mekanisme yang harus dilalui.

“Diharapkan pada triwulan pertama kita sudah bisa tahu usulan program kampung apa-apa saja, sehingga sudah bisa melaksanakan saluran tahap pertamanya. Jangan seperti tahun ini, tidak dapat menyelesaikan laporan pertanggungjawaban akhirnya pencairan tahap kedua tidak dapat trealisasi,”tandasnya.

Dibaca 460 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.