Badan Anggaran Dewan Apresiasi Terhadap RAPBD Tahun 2018 | Pasific Pos.com

| 21 September, 2019 |

Gubernur Papua, Lukas Enembe, SIP, MH saat menyerahkan Materi Sidang kepada Ketua DPR Papua, DR. Yunus Wonda SH, MH di ruang sidang kantor DPR Papua, Rabu (6/12/17) malam. Gubernur Papua, Lukas Enembe, SIP, MH saat menyerahkan Materi Sidang kepada Ketua DPR Papua, DR. Yunus Wonda SH, MH di ruang sidang kantor DPR Papua, Rabu (6/12/17) malam.

Badan Anggaran Dewan Apresiasi Terhadap RAPBD Tahun 2018

Info Papua Penulis  Sabtu, 09 Desember 2017 18:00 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

“Ini Sebagai Tolak Ukur Indikator Keberhasilan RPJMD 2013-2018”


Jayapura,- Secara khusus Badan Anggaran Dewan menyampaikan apresiasi terhadap RAPBD tahun anggaran 2018 sebagai anggaran terakhir bagi RPJMD Provinsi Papua tahun 2013 – 2018 dan juga sebagai sarana evaluasi penilaian kinerja pencapaian pembangunan daerah tahun-tahun sebelumnya.

“Ini juga sebagai tolak ukur indikator keberhasilan RPJMD tahun 2013 -2018, yaitu terwujud tidaknya visi pembangunan Papua bangkit, mandiri dan sejahtera, serta dukungan dan sinkronisasi prioritas program nasional berdasarkan potensi dan kondisi daerah dalam bentuk delapan prioritas pembangunan daerah yang tentunya memerlukan peningkatan pendanaan yang cukup besar, “ kata Anggota Badan Anggaran DPR Papua, Yulianus Rumbairussy, S. Sos, MM saat melaporkan pendapat badan anggaran DPR Papua terhadap rancangan peraturan daerah, tentang anggaran pendapatan dan belanjan daerah Provinsi Papua tahun anggaran 2018 yang berlangsung di ruang sidang DPRP, Jumat (8/12/17) malam.

Namun, disisi lain pihaknya mengakui jika kapasitas fiskal sangat terbatas. Oleh karena itu, program kerja Gubernur sebagaimana tertuang dalam Nota keuangan dan RAPBD Provinsi Papua tahun anggaran 2018, pendapatan daerah ditargetkan sebesar Rp. 14.142.389.203.846.00.

“Sementara belanja daerah sebesar Rp. 14.385.649.203.846.00 dan defisit sebesar Rp. 243.260.000.000.00, “ paparnya.

Untuk diketahui lebih lanjut mengenai RAPBD kata Rumbairussy, yakni Pendapatan Asli Daerah (PAD) turun 26,22 persen atau sebesar Rp.358.402.350.950,00 dari target sebesar Rp. 1.367.160.585.798,00 pada tahun anggaran 2017 menjadi sebesar Rp. 1.008.758.234,00 pada tahun anggaran 2018.

Namun untuk dana perimbangan mengalami kenaikan 13,30 persen atau sebesar Rp. 604.144.044.363,00. Sedangkan pendapatan daerah yang sah turun menjadi 2,98 persen atau sebesar Rp. 220.175.000.000,00.

Untuk itu kata Rumbairussy, badan anggaran dewan sependapat dengan langkah Gubernur Papua, yakni dalam rangka pencapaian target PAD, antara lain dengan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk membayar pajak perbaikan manajemen penerimaan, perbaikan system dan prosedur pengelolaan Pajak dan restribusi daerah serta penguatan terhadap BUMD untuk memberikan konstribusi pendapatan yang memadai.

Namun, badan anggaran dewan menyarakan, agar dalam menganggarkan target PAD seyogyanya cukup disesuaikan dengan potensi pungutan yang ada, disertai dengan kegiatan intensifikasi pungutan secara maksimal dari pada menargetkan yang tinggi, namun tidak terealisasi seluruhnya sampai berakhirnya tahun anggaran.

“Jadi kami, Badan Anggaran Dewan mengharapkan kepada SKPD penghasil, dapat lebih bekerja dengan baik dan penuh integritas mengawal pungutan daerah sampai pada penyetoran ke kas daerah secara tepat waktu, tepat jumlah dan tepat administrasi serta komunikasi yang dibangun dnegan pemerintah pusat. Ini terus dilakukan dan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan keuangan perlu dijaga dan dipertahankan, “ harapnya.

Untuk diketahui, sebagai Ketua Badan Anggaran DPR Papua, DR. Yunus Wonda SH MH, Wakil Ketua, Edoardus Kaize, SS, Wakil Ketua Fernando A.  Yansen Tinal, BA Sekretaris, DR. Juliana J. Waromi, SE, M.Si dan anggota berjumlah 27 orang, masing-masing, Carolus Kia Kelen Boli, SE. MM, Yan P. Mandenas, S. Sos. M, Si, Mathea Mameyau, S. Sos, Denius Kulua, S. Sos, Emus Gwijangge, SE, Mustakim, HR, SE,SH, Thomas Sondegau, Jhony Banua Rouw, Bobirus Yikwa, Jus Jefry Kaunang, SE, Kristina R.I.Luluporo, Lazarus Siep, Deerd Tabuni, SE, M.Si, Chris Rimasau, Jan L. Ajomi, Deki Nawipa, Agsu Kogoya, Madai Kombo, Herlin Beatrix M. Monim, SE, Kamasan Yakob Komboy, Wilhelmus Pigai, Gerson Soma, Drs. Muhamad Nawawi, H. Kusmanto SH, Yulianus Rumbairussy, Tami Gurik, SE dan Nioluen Kotouki, S. IP. (Tiara)

Dibaca 868 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.